Guru Penggerak Lombok Barat Rintis Komunitas Praktisi
Setelah mengikuti Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak. Kini Calon Guru Penggerak di Kabupaten Lombok Barat mendapatkan pekerjaan rumah untuk merintis Komunitas Praktisi. Komunitas tersebut nantinya menjadi wadah bagi Guru Penggerak untuk secara sistematis membuat transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid di masing-masing sekolah.
Salah satu peserta Pendidikan Guru Penggerak dari SMAN 1 Kuripan, Arifudin memfokuskan merintis komunitas ini di lingkungan sekolah. Praktik-praktik baik yang telah di dapatkan selama mengikuti program ini di sampaikan oleh masing-masing narasumber.
“ Kepala Sekolah sangat mendukung program ini. Kegiatan ini bisa terlaksana berkat kolaborasi guru , tenaga kependidikan dan rekan sejawat calon guru penggerak,”katanya seraya mengatakan bahwa materi yang disampaikan narasumber antara lain, program guru penggerak, visi dan peran guru penggerak dan budaya positif di sekolah.
Menurutnya,
komunitas praktisi merupakan sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang
praktik-praktik baik yang di lakukan. Rekan sejawat yang ada di lingkungan
sekolah dapat memperoleh informasi tentang program guru penggerak. “Mudah-mudahan
komunitas ini menjadi wadah bagi para Calon Guru Penggerak untuk berkolaborasi
dalam sebuah sekolah untuk melaksanakan transformasi pendidikan. Ini akan
berbeda dari MGMP yang selama ini sudah ada, karena komunitas ini bisa mewadahi
lintas mata pelajaran dan lintas jenjang kelas,” ungkapnya.
Sementara itu, pendamping Calon Guru Penggerak
Nahar, S.Pd mengatakan bahwa program Guru Penggerak ini merupakan program
prioritas Kemdikbud yang diharapkan mampu untuk membuat perubahan besar dalam
pendidikan di Indonesia.
“Jadi memang seakan para peserta dicuci otaknya, agar benar-benar memiliki visi
seorang Guru Penggerak. Sehingga ke depan, menterinya siapapun, tidak akan
mengubah karakter Guru Penggerak untuk melakukan perubahan baik di sekolah. Ini
sebuah gerakan yang diharapkan memiliki efek permanen,” katanya.
Ia sangat mendukung kegiatan ini sekaligus berbagi inspirasi materi yang sudah di dapatkan selama mengikuti pendidikan guru penggerak ini.
“Ini
awal yang baik untuk menggerakkan komunitas. Jangan patah semangat terus
bergerak dan menggerakkan,”pesannya.
Salah satu Calon Guru Penggerak Rahmawati, M.Ed tak kalah
semanggatnya menyampaikan materi visi dan peran guru penggerak. Guru SMPN 2 Kuripan
ini berbagi praktik baik tentang nilai-nilai yang harus dimiliki guru.
“Setiap guru sudah memiliki nilai-nilai guru penggerak.”katanya.
Sementara itu, Calon Guru Penggerak dari SMPN 2 Kuripan Sahman memaparkan materi budaya positif di sekolah . Sebagai langkah awal untuk penerapan budaya positif, dimulai dengan menyusun kesepakatan kelas. Dalam pelaksanaannya, kesepakatan kelas ini harus melibatkan murid. Anak-anak ditempatkan sebagai tokoh utama dalam pembelajaran, termasuk juga dalam pembuatan kesepakatan kelas, sehingga mereka merasakan keterlibatan dan perilaku yang mereka tunjukkan sebagai bagian dari tanggung jawab mereka sendiri, bukan sekedar menjalankan peraturan yang berlaku di kelas.
“Ruang kelas adalah salah satu ruangan paling berharga, tetapi juga paling berbahaya. Mudah-mudahan kegiatan ini, awal untuk menyalakan obor perubahan mewujdukan transformasi pendidikan yang lebih baik, ”kantanya.
Merintis komunitas ini merupakan langkah awal untuk menggerakkan komunitas. Tahap selanjutnya yakni menumbuhkan komunitas ini dan merawat keberlanjutan program ini.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kuripan Wasis Mujiono, M.Pd meresmikan komunitas praktisi di lingkungan sekolah itu. Komunitas ini sangat baik sebagai wadah berbagi praktik baik tentang paradingma pembelajaran baru.
“Mudah-mudahan program komunitas ini terus berlanjut. Saya sudah masukkan di RKAS . Saya berharap kepala sekolah yang baru bisa melanjutkan program ini,”katanya seraya mengatakan bahwa pada mutasi beberapa waktu lalu, ia di mutasi ke SMAN 1 Lembar. Ia bertekad untuk menularkan praktik baik ini di tempat kerja yang baru.
“Saya akan merintis komunitas praktisi di SMAN 1 Lembar.”katanya.



Komentar
Posting Komentar