Guru Penggerak, Pendorong Transformasi Pendidikan (Bag 2)


               Transformasi pendidikan adalah perubahan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang  atau kelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.     Peran dari transformasi pendidikan agar dapat menghasilkan manusia yang siap untuk  menghadapi tantangan global. Salah satu cara menghadapi globalisasi dengan  peningkatan profesionalitas guru dan peningkatan  kompetensi guru yang dapat menyesuaikan  dengan kondisi saat ini.
           Dalam rangka peningkatan profesionalitas dan  peningkatan kompetensi guru, Kemendikbud meluncurkan program guru penggerak. Arah program ini berfokus pada pedagogi, serta berpusat pada murid dan pengembangan holistik, sedangkan pelatihan  guru menekankan pada kepemimpinan instruksional melalui on-the-job coaching, kemudian pendekatan  formatif.
          Seleksi program guru penggerak ini menguras energi. Pengalaman proses belajar dan mengajar serta Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)  menjadi poin tersendiri terhadap penilaian. Calon guru penggerak  diharapan melakukan proses  pembelajaran yang berpusat pada murid (personalisasi, diferensiasi, teach at the right level).
        Dirjen GTK Kemendikbud RI  Iwan Syahril  menganalogikan guru penggerak ibaratnya dokter bedah jantung dan pilot pesawat tempur.
“Sama seperti dokter, kita memberikan tugas terberat pada dokter yang kompetensinya paling tinggi. Enggak mungkin kita memberikan bedah jantung kepada dokter yang baru lulusan Fakultas Kedokteran atau dokter umum, tapi yang menguasai bidangnya,” tuturnya melalui laman Facebook Ditjen GTK Kemendikbud RI .
“Sama dengan yang di pilot. Enggak mungkin kita memberikan pesawat yang paling canggih kepada yang baru lulus atau yang kompetensinya masih lemah. Apalagi menerbangkan seperti pesawat tempur, itu lebih kompleks lagi,” sambungnya.
       Ia  menandaskan bahwa komparasi guru penggerak dengan dokter bedah jantung serta pilot pesawat tempur sesuai dengan filosofi logika profesional.
“Jadi permasalahan tersulit secara profesional, secara logika profesional, itu diberikan kepada anggota profesi yang memiliki kompetensi paling baik. Kalau dia memang yang terbaik, buktikan dengan bisa memecahkan masalah-masalah tersulit yang ada di profesi,” ucapnya.

Komentar