Jejak Penggerak Dari Bumi Patut Patuh Patju
Rasa Penasaran Berbuah Cinta
OLEH : SAHMAN
Hari yang dinanti pun tiba. Jadwal seleksi wawancara pukul 16.00 wita, saya berangkat dari rumah menuju sekolah pukul 15.00 wita, tetapi dalam perjalanan saya memutuskan untuk melakukan seleksi wawancara melalui daring dirumah. Siang itu , terik matahari terasa membelah bumi, saya tidak hiraukan.
Sampai dirumah, saya mempersiapkan laptop dan fasilitas lainnya kemudian membuka akun simpkb. Ada terasa khawatir , peristiwa itu kembali terjadi, Saya buka tautan gonggle meet. Alhamdulillah , bisa tersambung dengan asessor. Saya kemudian menyapa asessor, namun tiba-tiba suara sound laptop tidak bisa berbunyi. Hati bergetar, tanpa terasa keringat bercucuran.
Setelah saya berusaha memperbaiki laptop selama lima belas menit, tidak juga berhasil. Waktu terus berjalan, tak mengenal kompromi. Akhirnya saya memutuskan mengunakan hanphone.
” Asslamualaikum.Maaf saya pakai handhone, soud laptop tidak bisa berbunyi”kata saya.
“Waalakumussalam, tidak masalah. Bapak dirumah ini,”jawab asessor.
“Ya,” jawab saya.
“Baik, kita mulai ya mas,”kata asessor.
Asessor mulai mempersilahkan saya memperkanalkan identitas diri, saya tanpa rasa ragu bisa menjawan setiap pertanyaan yang disampaikan asessor. Waktu seleksi wawancara berlangsung selama enam pulum menit. Saya bersykur bisa melalui, masa-masa sulit.
Setelah melewati berbagai seleksi, akhiranya waktu pun tiba, penggumuman kelulusan menjadi obat perjuangan saya selama ini. Saya dinyatakan lulus seleksi bersama 70 guru-guru hebat se-Lombok Barat.
Pertama kali mengikuti zoom meeting bersama calon guru penggerak angkatan ke-2. Saya merasa semangat mengikuti kegiatan itu sampai berakhir. Waktu lokakarya pertama tiba, saya mulai membuka modul tiap modul pendidikan guru penggerak. Saya tak mampu berkata-kata, hati bergetar. Tanpa terasa air mata deras mengalir ketika saya menyelami modul-modul tersebut. Ada rasa bersalah di hati. Apakah saya sudah mengajar sesuai dengan filosofi Ki Hadjar Dewantara? Ya, itulah yang selalu menyelimuti hati. Saya bertekad menjadi obor perubahan pendidikan yang lebih baik.Akhirnya rasa penasaran terhadap program itu berbuah cinta.
Komentar
Posting Komentar