Jejak Guru Penggerak Dari Bumi Patut Patuh Patju (3)

 



 

  Rasa Penasaran Berbuah Cinta

                                                                  OLEH : SAHMAN

Penantian pengumuman hasil seleksi tahap 1 tidak sabar saya tunggu. Saat tiba waktunya,  hasil verifikasi dan validasi data pendaftaran dinyatakan lengkap. Alhamdulillah, ihtiar dan doa terkabul.  Lanjut  seleksi tes bakat skolastik. Soal yang menguras energi itu saya kerjakan  di sekolah. Tidak ada kendala yang berarti pada seleksi tes  ini, semua soal dapat saya jawab. Jadwal selanjutnya, seleksi  tahap 2 simulasi mengajar. 

Laptop dan handphone saya siapkan, memastikan dapat saya gunakan untuk tatap muka melalui google meeting. Jadwal  seleksi  ini  berlangsung sore hari. Sebelum tiba waktunya, pagi hari, saya berkesempatan merekam  kegiatan rekan sejawat yang melakukan  praktik simulasi mengajar.  Ia juga salah satu rekan sejawat yang mengikuti program itu.  Dari kegiatan itu, saya mendiskusikan  rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dikirim sebelumnya, sebagai syarat mengikuti seleksi itu.

Waktu terus beranjak menjelang sore, saya berangkat dari rumah ke sekolah untuk mengikuti simulasi mengajar secara daring. Sempat saya telepon rekan sejawat agar membuatkan saya email karena ada rasa khawatir bermasalah. Tiba waktunya jadwal simulasi mengajar, saya mempersiapkan laptop dan handphone. Alhamdulillah, google meeting bisa diakses. Namun tiba-tiba suara sound laptop tidak bisa bunyi. 

 Saya berusaha mengunakan handphone. Assesor menyarankan agar mengunakan laptop, biar bisa terlihat simulasi mengajar. Keringat bercucuran, detak jantung bergetar kencang. Saya berusaha memperbaiki laptop, hampir lima menit saya perbaiki. Alhamdulillah, akhirnya laptop kembali normal.

 Saya meminta maaf kepada assesor atas kesalahan teknis yang terjadi tersebut. Setelah selesai simulasi mengajar, assesor memperdalam hasil simulasi mengajar dengan mengajukan pertanyaan. Saya dapat menjawab pertanyaan yang diajukan tersebut dengan baik.

 Jadwal selanjutnya yakni seleksi wawancara. Dari peristiwa itu,  saya  harus mempersiapkan secara baik fasilitas laptop agar tidak terulang kesalahan teknis tersebut. Namun  kesalahan teknis itu kembali  terjadi. Nyaris saya putus asa, tidak bisa melanjutkan seleksi wawancara. (Bersambung)  

Komentar