Bukankah Cinta, Silaturahim, dan Kesetiaan Perihal Hati?


    Memberi cinta  pada pasangan , kerabat, dan teman sejawat menunjukkan memiliki  pemahaman pada tindakan  yang harus dilakukan.

     Menurut kamus besar bahasa Indonesia cinta berarti suka sekali atau sayang sekali. Untuk menjaga dan merawat cinta kita harus menjaga perbuatan atau tindakan kita serta ucapan  agar cinta itu terjaga dan tersemai dengan baik.

      Cinta tidak mungkin datang dengan sendirinya menghampiri diri kita. Konsekuensi dari cinta selalu membutuhkan adanya perjuangan. Apapun yang kita cintai pasti butuh perjuangan untuk mendapatkan atau menggapainya. Sepertinya itu sudah menjadi hukum alam.

      Dalam konteks perjuangan untuk menjaga cinta agar tetap tersemai, kita harus menjaga tindakan atau perilaku dan atau ucapan kita.

       Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Biasanya, hal ini bisa menyebabkan suatu hubungan terputus. Untuk menyambungkan tali yang sudah terputus, umat muslim dianjurkan untuk bersilaturahmi.

      Diksi silaturahim, yang berasal dari dua kata. Sillah (hubungan) dan rahim (kasih sayang), hubungan kasih sayang karena kekeluargaan. Rahim yang artinya juga tempat janin, menunjukkan kedekatan. 

     Secara umum dapat diartikan hubungan yang dilandaskan kasih sayang persaudaraan.

      Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, yang artinya: "Bukanlah bersilaturrahim orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturrahim adalah yang menyambung apa yang putus." (HR Bukhari).

        Manfaat silaturahmi selanjutnya yaitu dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Mengunjungi anggota keluarga dan sanak saudara merupakan salah satu cara untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan. Selain itu silaturahmi juga merupakan amalan yang memiliki nilai pahala besar.

         Seseorang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis berikut, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi," (HR. Bukhari – Muslim).

      Kesetiaan adalah bagaimana dari cara kita untuk mampu melakukan pertahanan dari sebuah hubungan, sebagaimana hubungan yang dilakukan kepada seorang kekasih maupun kepada seorang sahabat. Sebagaimana dengan cara untuk mengetahui apa kabar dari seseroang tersebut, dapat pula dilakukan dengan mengucapkan kata seperti selamat ketika orang tersebut mencapai sebuah hal.

     Kemudian apabila kita memiliki sebuah waktu luang, ajaklah seorang sahabat maupun kekasih tersebut untuk bertemu. Apabila mereka sedang terkena punyakit maupun sedang mengalami sebuah kesulitan, kita dapat mengutamakan mereka untuk beberapa waktu kedepan. Tetapi  haruslah memberikan pengagungan terhadap diri mereka akan seluruh hal karena diri kita sendiri menjadi lebih penting apabila dibandingkan dengan mereka. 

      Untuk menjaga sebuah kesetiaan, maka nilai menjaga hati menjadi perisai yang mampu menopang arus badai sebuah kesetiaan.

Komentar