Pendidikan Guru Penggerak Wow

 

Pendidikan Guru Penggerak Wow


Program Merdeka Belajar terus menyeruak dan menebarkan pesona perubahan. Terlepas dari pro dan kontra, program Merdeka Belajar episode ke 5 hadirkan Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Program ini menjadi lebih luar biasa  dan memberi efek akselerasi ekosistem pendidikan  bagi guru.

Mengapa menjadi lebih luar biasa dan memberi efek akselerasi ekosistem pendidikan bagi guru?  Tidak lain karena adrenalin berkompetisi secara sehat sesama guru tertantang. Kompetisi sehat menuju penggumuman hasil seleksi PGP angkatan 2 benar-benar luar biasa.

Berikut diantara narasi  logis entitas guru terkait PGP, dimana mereka yang lulus seleksi  program unggulan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi  merasa wow.

Mengapa wow? Selain dari 20 ribu guru terbaik yang mengikuti seleksi sebagai ajang pembuktian diri. Apakah layak menyandang guru penggerak atau sebaliknya? Ini bagaikan cinta pertama seorang pemuda pada seorang gadis, diterima atau tidak. Sekitar 2300 lebih CGP mengikuti pendidikan guru penggerak yang kini sedang berjalan  selama 5 bulan. Lulus PGP ibarat cinta pertama yang diterima.

Hal lainnya mengapa PGP menjadi sangat penting bagi entitas guru? Diantaranya sebagai berikut: pertama program ini akan menciptakan guru penggerak yang dapat mengembangkan diri dan guru lain dengan refleksi, berbagi dan kolaborasi secara mandiri, kedua memiliki kematangan moral, emosi dan spiritual untuk berperilaku sesuai kode etik, ketiga merencanakan, menjalankan, merefleksikan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpusat pada murid dengan melibatkan orang tua,

Keempat berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid, dan kelima mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah.

 Bila ada pengamat pendidikan atau pihak lain yang menganggap PGP adalah program “seusia Mas Menteri Nadiem Makarim”, bahkan menyebut entitas PGP  sebagai “kelinci percobaan  Nadiem Makarim, sunguh pesimistis.

Negeri ini dibangun dan bisa merdeka dari mental optimistis. Mental optimistis dan yakin pada Ilahi adalah diantara syarat sukses bangsa ini meraih kemerdekaan. Bukankan kemerdekaan bangsa Indonesia adalah “Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Kalau hanya mengandalkan bambu runcing dan pesimitis, mungkin kemerdekaan RI bukan tahun 1945.

Begitu pun Merdeka Belajar dan PGP hanya akan sukses diraih dengan semangat optimistis  dan “Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa“ maka PGP akan sukses dijalani. Pro dan kontra selalu ada. Bukankah saat Tuhan menciptakan Adam AS ada yang protes? Siapa yang protes? Tentu entitas yang terbuat dari api.   (Bersambung)

Komentar

  1. Luar biasa,jadi terharu menjadi calon guru penggerak, semoga kita bisa lulus semua. Amin... Semangat

    BalasHapus

Posting Komentar