Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran
https://write-lovers.blogspot.com/2021/09/pengambilan-keputusan-sebagai-pemimpin.html
3.1.a.7–Demonstrasi Kontekstual (Jurnal Monolog Refleksi)
Sebagai pemimpin pembelajaran dan makhluk sosial kita tidak terlepas dari pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan tersebut terkadang sering membuat dilema, baik itu dilema etika dan bujukan moral. Secara manusiawi tentu kita tidak ingin mengalami kesalahan dalam mengambil keputusan.
Belajar dari modul 3.1. tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, saya banyak belajar tentang hal-hal tersebut. Dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral tetapi bertentangan (Benar versus Benar). Sedangkang bujukan moral adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar dan salah (Benar versus Salah).
Dalam menghadapi bujukan moral tersebut, keputusan yang dambil didasarkan pada 3 prinsip pengambilan keputusan ini, yaitu: berpikir berbasis hasil akhir (end-based thinking) , berfikir berbasis peraturan (rule-based thinking), dan berpikir berbasis rasa peduli (care-based thinking) . Sedangkan yang berkaitan dengan dilema etika, mengandung 4 paradigma pengambilan keputusan, yaitu: Individu Vs Masyarakat (individual Vs community), Rasa Keadilan Vs Rasa Kasihan (justice Vs mercy),Kebenaran Vs Kesetiaan (trush Vs loyalty),dan Jangka pendek Vs jangka panjang (short term Vs long term).
Untuk mengukur efektifkah keputusan yang dambil, maka keputusan yang diambil tersebut dikaitkan dengan 9 langkah dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan dilema etika, yaitu: Pengujian benar atau salah, Uji Legal, Uji Regulasi/Standar Profesional, Uji Intuisi, Uji Halaman Depan Koran, Uji Panutan/Idola, Buat Keputusan, dan Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan.
Upaya Transfer Pengetahuan
Setelah mempelajari materi tersebut, tentu ada beban moral pada diri saya untuk melakukan pengimbasan dan melakukan upaya mentransfer pengetahuan yang sudah saya miliki. Langkah awal yang saya lakukan yang pertama melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah sebagai pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk memudahkan transformasi pengetahuan, kedua adalah menyusun program dan rencana aksi , dan ketiga adalah menyusun rencana desiminasi bersama dengan komunitas praktisi yang ada dilingkungan sekolah.
Langkah Mengambil Keputusan
Untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran langkah awal yang saya lakukan saya harus mengambil keputusan apakah hal tersebut termasuk dilema etika atau bujukan moral. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan.
1. Langkah Pertama, saya terlebih dahulu akan menganalisis dan menentukan apakah masalah yang saya hadapi termasuk ke dalam dilema etika atau bujukan moral
2. Langkah kedua, adalah menentukan paradigma apa yang ada pada permasalah tersebut. Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika yang bisa dikategorikan sebagai berikut yaitu Individu lawan masyarakat (individual vs community), Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty), Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).
3. Langkah ketiga, saya akan menentukan prinsip yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan,. Prinsip-prinsip yang dimaksud yaitu prinsip berfikir berbasis hasil (Ends-Based Thinking), prinsip berfikir berbasis rasa peduli (Care-Based Thinking) dan prinsip berfikir berbasis peraturan (Rule-Based Thinking)
4. Langkah keempat, adalah saya akan menguji keputusan yang saya ambil melalui 9 langkah pengambilan keputusan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Menentukan nilai-nilai yang bertentangan pada permasalahan yang sedang kita hadapi
2. Menentukan siapa saja yang terlibat dalam situasi tersebut
3. Menentukan fakta-fakta yang relevan dalam situasi tersebut
4. Melakukan uji benar salah dalam situasi tersebut.
1. Melakukan Uji Legal yaitu menentukan apakah ada aspek pelanggaran hukum
2. Melakukan Uji Regulasi yaitu menentukan apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut
3. Melakukan Uji Intuisi yaitu menentukan apakah ada yang salah dalam situasi tersebut berdasarkan perasaan dan intuisi
4. Melakukan uji publikasi yaitu menguji persaan bila keputusan yang diambil dipublikasikan di halaman depan Koran
5. Melakukan uji panutan/ idola yaitu menentukan keputusan apa yang akan diambil oleh panutan/idola dalam situasi tersebut
5. Menentukan paradigmayang terjadi pada kasus yang dihadapi
6. Menentukan prinsip yang akan digunakan
7. Menentukan penyelesaian yang kreatif untuk menyelesaikan masalah tersebut (Investigasi Opsi Trilemma)
8. Menentukan keputusan yang akan diambil.
9. Melihat kembali keputusan yang diambil dan merefleksikannya
.Kapan Anda akan menerapkannya?
Setelah mempelajari modul ini, mulai dari sekarang saya berusaha untuk menerapkannya kepada murid dan rekan sejawat untuk menyelesaikan permasalahan umum yang biasanya terjadi disekolah. Banyak kasus yang terjadi dalam pembelajaran dikelas seperti siswa tidak jujur dalam ujian, siswa bolos, sering tidak membuat tugas dan lainnya. Jika dengan seketika kita marah dan memutuskan dengan hawa nafsu maka suasana pembelajaran tentunya menjadi tidak menyenangkan dan berdampak tidak baik terhadap psikologis siswa. Tentunya teknik latihan kesadaran penuh (mindfulness) seperti STOP juga harus dicoba untuk dilakukan sebelum mengambil keputusan. Andaikan hasil identifikasi keputusan tersebut berkaitan dengan siswa, maka saya dapat berkolaborasi dengan orang tua siswa, wali kelas siswa bahkan teman terdekat siswa. Harapan kedepan semua warga sekolah dapan mengambil keputusan yang tepat untuk kemajuan kompetensi diri dan sekolah itu sendiri.
Berikut ini adalah rencana pelaksanaan kegiatan yang akan saya lakukan.
No | Uraian Kegiatan | Waktu Pelaksanaan | Aktor Terlibat |
1 | Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan pendamping | 8 September 2021 | Kepala Sekolah dan Pendamping Praktik |
2 | Menyusun Rencana Aksi | 9 September 2021 | CGP |
3 | Melakukan Analisis Kasus | 11 - 12 September 2021 | Teman Sejawat |
4 | Menyusun Materi Diseminasi | 18- 19 September 2021 | CGP |
5 | Melakukan Transfer Pengetahuan | 20 September 2021 | Komunitas Praktisi |
6 | Evaluasi dan Monitoring | Oktober 2021 |
|
7 |
|
|
|
Siapa yang akan membantu atau mendampingi Anda?
Tentunya dalam mengambil suatu keputusan dalam lingkungan sekolah tidak dapat hanya mengandalkan hasrat dan hati nurani saja. Saya harus mampu mengenali kondisi, mengidentifikasi lingkungan dan subjek yang terdampak dari keputusan tersebut dengan melakukan tukar pendapat atau diskusi ringan dengan rekan sejawat yang telah memiliki pengalaman sebagai pengajar di sekolah. Agar keputusan yang diambil efektif dan efisien, maka saya membutuhkan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama untuk kemajuan sekolah, Tentunya sebelum menyamakan persepsi kepada rekan kerja, saya memberikan informasi mengenai pengambilan keputusan sebagai Pemimpin Belajar ini terlebih dahulu.
Informasi tentang Pengambilan Keputusan ini saya lakukan baik kepada individu atau secara berkelompok, dan didalam Komunitas Praktisi yang telah saya buat di sekolah. Setelah rekan sejawat memahami prinsip pengambilan keputusan ini dan apabila mereka dihadapkan pada suatu permasalahan, maka sebagai CGP saya dapat membantu rekan sejawat berupa teknik coaching dengan memperhatikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Harapannya semua keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik. Kepala sekolah adalah orang yang dapat dimintakan tanggung jawabnya sebagai pendamping tertinggi di sekolah.

Komentar
Posting Komentar