PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERKEADILAN DALAM DILEMA ETIKA KENAIKAN KELAS DI SMP NEGERI 2 KURIPAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERKEADILAN
DALAM DILEMA ETIKA KENAIKAN KELAS
DI SMP NEGERI 2 KURIPAN
Oleh:
PGP-ANGKATAN 2-LOBAR -SAHMAN- 3.1.a. 10 -AKSI NYATA
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 KURIPAN
Jl. Pramuka No. 2 Kuripan Utara, Kecamtan Kuripan, Kab Lombok Barat
A. Latar Belakang
Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban salah satu tugas tersulit, yaitu mengambil keputusan yang efektif. Hal itu dirasakan ketika mengambil keputusan pada saat kenaikan kelas di SMPN 2 Kuripan tahun pelajaran 2020-2021 dimana Negara kita sedang dilanda pademi Covid-19.
Coronavirus 2019 (Covid-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut. Wabah penyakit akibat Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization) pada tanggal 11 Maret 2020. Dinyatakan sebagai pandemi karena akibat dari kasus positif di luar China yang meningkat di 121 negara dengan total kematian saat itu mencapai 4,291 orang. Negara Indonesia merupakan salah satu dari 121 negara yang terdampak Covid-19.
Dampak pandemi Covid- 19 yang di rasakan oleh Negara Indonesia dalam bidang yaitu dengan adanya perubahan penyelenggaraan pendidikan. Dimana kegiatan belajar mengajar dilakukan secara jarak jauh dari rumah masing-masing atau secara luring.
Pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19 merupakan tantangan dalam pendidikan di Indonesia. Beberapa tantangan atau kendala tersebut berupa belum meratanya penguasaan iptek dikalangan guru dan pendidik, permasalahan akses internet yang mengakibatkan tidak semua siswa ikut berpartisipasi, mahalnya kuota belajar. Untuk mengatasi kendala tersebut, maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan berupa Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Kebijakan tersebut dibuat guna memberikan bimbingan dan arahan kepada masyarakat terkait pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemi. Surat Edaran yang dikeluarkan pada tanggal 24 Maret 2020, berisi tentang kegiatan belajar di sekolahan ditiadakan diganti dengan belajar dari rumah (BDR). Baik pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2020 ditiadakan, pelaksanaan (BDR), pemberian bantuan dana dari pemerintah.
Menindaklanjuti Surat Edaran sebelumnya, Kemdikbud mengeluarkan Surat Edaran baru pada tanggal 18 Mei tahun 2020. Dalam Surat Edaran ini, Kemdikbud memberikan layanan pendidikan selama penyebaran Covid-19 dengan menyediakan media dan sumber belajar pembelajaran jarak jauh berupa tautan belajar media pembelajaran daring.6 Memasuki Tahun Ajaran baru 2020/2021, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan bersama empat Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri dalam Negeri Republik Indonesia. Surat keputusan bersama yang pertama dikeluarkan pada 15 Juni 2020, berisi tentang dimulainya Tahun Ajaran baru bagi pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah keagamaan dan perguruan tinggi.
Dalam pelaksanaanya, sekolah yang berada di zona hijau diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah dengan syarat mendapat izin dari pemerintah setempat. Satuan pendidikan juga harus melaksanakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.7 Selang beberapa bulan, pemerintah mengeluarkan perubahan atas Keputuan Bersama Empat Menteri. Perubahan tersebut dilakukan dengan melihat dari hasil evaluasi terdapat kebutuhan pembelajaran tatap muka yang mengalami kendala dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Sehingga perubahan keputusan ini dibuat dengan diperluasnya pembelajaran tatap muka di sekolahan sampai dengan wilayah yang berada di zona kuning dengan syarat mendapat izin dari pemerintah setempat. Surat Edaran dan Keputuan Bersama Empat Menteri tersebut adalah usaha dari pemerintah terkait bagaimana pelaksanaan pendidikan dari rumah bisa berjalan dengan lancar dan para siswa juga terhindar dari Covid-19.
Dalam situasi Pandemi ini meskipun syarat kenaikan kelas telah sesuai Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, yang diterbitkan pada 1 Februari 2021. Aturan baru tersebut mengatur mekanisme pelaksanaan PAS sebagai syarat kenaikan kelas selama masa darurat penyebaran COVID-19.
Meskipun kenaikan kelas telah diatur secara jelas, salah satu guru mata pelajaran Matematika kelas VIII D di SMPN 2 Kuripan pada rapat kenaikan kelas tetap bersikukuh tidak mau menaikkan kelas sebanyak 3 orang siswa dengan alasan siswa tersebut tidak pernah mengikuti pelajaran secara luring dan tidak pernah mengerjakan tugas. Tetapi siswa itu tetap mengikuti ulangan harian, ulangan tengah semester dan semester. Dalam rapat kenaikan kelas tersebut terjadi diskusi alot antara wali kelas VIII D dengan guru mata pelajaran tersebut. Apa yang saya lakukan jika sebagai peserta rapat? Prinsip apa yang anda gunakan.? Mengapa. ?
Dari pemaparan latar belakang di atas, maka penulis melihat terdapat dilema etika pengambilan keputusan menjadi pemimpin pembelajaran. Oleh karena itu, dalam aksi nyata 3.1.a. 10 tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, penulis mengambil sebuah judul, yaitu “Pengambilan Keputusan Yang Berkeadilan Dalam Dilema Etika Kenaikan Kelas”.
B. Deskripsi Aksi Nyata
Sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran yang sangat strategis dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan setiap keputusan, kita harus menerapkan 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradingma pengambilan keputusan , dan penerapan 9 langkah dalam pengambilan keputusan.
Dalam studi kasus tersebut, saya sebagai peserta rapat berusaha memberikan masukan agar pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yang berkeadilan, maka saya menerapakan 3 prinsip pengmabilan keputusan, 4 paradingma pengambilan keputusan dan 9 langkah pengambilan keputusan.
9 langkah penggambilan keputusan yang saya ambil dari aksi nyata 3.1 ini yakni :
1. Apa keputusan yang Anda ambil?
Saya memberi masukan bahwa 3 orang siswa tersebut naik kelas dengan catatan siswa tersebut diminta untuk mengerjakan tugas fortofolio yang belum dikumpulkan dan tetap mengacu pada persyaratan kenaikan kelas sesuai Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021, yang diterbitkan pada 1 Februari 2021
2. Prinsip mana yang Anda gunakan, dan mengapa?
Saya menggunakan prinsip Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking). Karena ada rasa peduli tentang keberlangsungan pendidikan siswa tersebut
3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Anda.
a. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?
Nilai yang bertentangan adalah, nilai rasa keadilan versus rasa kasihan
b. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ? Guru Matematika, wali murid
c. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ? Fakta yang relevan adalah bahwa dalam studi kasus tersebut guru mata pelejaran Matematikan tidak mau menaikkan kelas 3 orang siswa tersebut, sedangkan wali kelas mengharapkan 3 orang siswa tersebut naik kelas.
d. Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.
· Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal) tidak ada
· Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi) tidak ada
· Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi) tidak ada
· Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman? Saya enjoy . Saya merasa nyaman karena keputusan saya tepat.
· Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?idola saya akan melakukan hal yang sama dengan saya.
e. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut? Paradigma rasa Keadilan melawan rasa kasihan ((justice vs mercy)
f. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai
Yang saya pakai adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
g. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?
Opsi lainnya, saya berbicara dari hati ke hati dengan siswa tersebut agar mengerjakan tugas fortopolio yang belum dikumpulkan dan melakukan komunikasi dengan orang tua wali dengan meminta pertimbangan Kepala Sekolah
h. Apa keputusan yang akan Anda ambil? Keputusan yang saya ambil adalah memberikan masukan dengan nada yang santun, tidak menyingung perasaan guru tersebut dan pserta rapat yang lain.
i. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.
Menurut saya keputusan saya tepat, karena saya takut siswa tersebut berhenti sekolah atau putus sekolah dan akan mengalami depresi terhadap keputusan tidak naik kelas.
Alasan mengapa melakukan aksi nyata ini karena dilema etika selalu kita hadapi sebagai pemimpin pembelajaran di lingkungan sekolah. Untuk pengambilan keputusan yang berkeadilan dan efektif, maka kita senantiasa berpegang pada 3 prinsip pengambilan keputusan, 4 paradingma , dan 9 langkah pengambilan keputusan.
C. Hasil Aksi Nyata yang Dilakukan
Setelah melaksanakan aksi nyata 3.1.a. 10 ini baru saya menyadari bahwa sebagai pemimpin pembelajaran kita selalu dihadapakan pada sistuasi dilema etika/ Hal itu juga saya rasakakan pada saat pengambilan keputusan setiap rapat kenaikan kelas . Adapun hasil dari aksi nyata ini yaitu sebagai berikut:
1. Mendapatkan banyak pengalaman baru dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
2. Warga sekolah dapat menanamkan nilai budaya positif dalam pengambilan keputusan
3. Menumbuhkan kondisi yang aman, nyaman, dan menyenangkan dalam pengambilan keputusan sehingga dapat membentuk lingkungan merdeka belajar
4. Dapat mengembangkan potensi rekan sejawat untuk mencapai cita-citanya.
5. Memastikan setiap pengambilan keputusan yang diambil sesuai dengan aturan dan norma yang berlaku
6. Keputusan yang dapat dipertangungjawabkan
D. Pembelajaran yang Didapatkan dari Pelaksanaan
Banyak pembelajaran yang di dapatkan dari pelaksanaan aksi nyata ini sehingga dibutuhkan analisis untuk mencari kelemahan yang menyebabkan kegagalan dan kekuatan yang bisa menjadikan keberhasilan. Adapun kelemahan yang menyebabkan kegagalan adalah sebagai berikut:
1. Kegagalan
a. Pengambilan keputusan belum memuaskan orang lain
b. Masih terdapat rekan sejawat yang masih teguh prinsip dalam mempertahankan pendapatnya
c. Belum konsistensi untuk melaksanakan pengambilan keputusan dengan berlandaskan pada 3 prinsip, 4 paradingma dan 9 pengambilan keputusan
2. Keberhasilan
a. Warga sekolah dapat menumbuhkan dan menanamkan budaya positif dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
b. Pengambilan keputusan yang diambil dapat meyakinkan perasaan rekan sejawat
c. Membangun lingkungan budaya positif melalui pengambilan keputusan dalam rangka mewujdukan kemerdekaan belajar
d. Proses dilingkungan sekolah berjalan nyaman, aman, dan menyenangkan serta efekitf sehingga terwujud kemerdekaan belajar sesuai profil pelajar Pancasila
e. Bisa membedakan antara dilema etika dan bujukan moral
E. Rencana Perbaikan di Masa Mendatang
Rencana perbaikan yang akan dilakukan penulis adalah untuk mendapatkan keputusan yang bertangungjawab, dibutuhkan kerajasama semua komponen yang ada dilingkungan sekolah dalam pengambilan keputusan karena akan muncul sudut padangan yang berbeda dalam pengambilan keputusan.
Sebagai pengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kita selalu menghadapi tantangan yang beragam dan kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu. Oleh karena itu, kita sebabai manusia pembelajar selalu belajar, belajar, dan belajar. Perasaan yang saya rasakan ketika memberi masukan pada saat rapat kelulusan saya merasa senangn dan gembira dapat menyalurkan aspirasi dan ide-ide dalam pengambilan keputusan, dan keputusan yang diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat.

Keren pak... sangat menginspirasi
BalasHapusTerima kasih. Masih belajar menulis ini.
BalasHapusSangat menginspirasi.
BalasHapusDilemanya dialami oleh guru Matematika jadi wajarlah jika pertimbangan menggunakan angka (Nilai) sbg syarat kenaikan kelas
BalasHapusGuru Mapel MTK ada alasan tersendiri, mungkin ya pakai perkalian, penjumlagam dan pengurangan
BalasHapus