PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAP) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 KURIPAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

 

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

PENGGUNAAN TEKNIK “PETA - PIKIRAN“ (MIND-MAP)

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA

SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 KURIPAN

TAHUN PELAJARAN 2019/2020

Oleh:

SAHMAN, S.Pd.

NIP. 197708072011011008

 


 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang Masalah

Permasalahan pendidikan yang sampai saat ini masih dihadapi oleh bangsa Indonesia, salah satunya adalah rendahnya "mutu hasil belajar" pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, misalnya melalui pengembangan kurikulum nasional maupun lokal, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, peningkatan kesejahteraan bagi guru, pengadaan buku dan alat-alat pelajaran, pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, namun berbagai indikator tersebut belum mampu meningkatkan mutu hasil belajar yang berarti. (http://mybluegreen.net/serbaneka/potret-dunia-pendidikan-indonesia).

Fenomena di atas dirasakan juga oleh penulis di SMP Negeri 2 Kuripan. Realitanya di lapangan bahwa pada saat penulis mengajar materi teks berita , dari jumlah siswa 28 orang, hanya 9 orang yang tuntas (32%) dan yang tidak tuntas 19 orang (68%) dengan nilai rata-rata keseluruhan 69,8. Jadi, masih jauh dari harapan karena masih banyak yang belum tuntas dari standar ketuntasan 75.

Siswa masih  merasa    kesulitan  dalam  hal  menulis,  khususnya pada  menulis teks berita. Tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam mengembangkan keterampilan menulis teks berita. Hambatan-hambatan tersebut yaitu daya imajinasi siswa masih kurang, diksi yang digunakan dalam menulis berita kurang bervariasi, kesulitan menentukan tema, dan kurang dapat mengembangkan ide serta belum terstrukturnya dan unsur-unsur teks berita. Proses belajar mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah-sekolah umumnya berorientasi pada teori dan pengetahuan semata-mata sehingga keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis kurang dapat perhatian. Ide, gagasan, pikiran, dan perasaan mereka berlalu begitu saja, tidak diungkapkan khususnya dalam bentuk karya sastra. Keterampilan menulis teks berita yang diajarkan di sekolah-sekolah selama ini menggunakan metode konvensional. Peran guru amat dominan dalam proses pembelajaran. Siswa kurang aktif dan sering kali metode ini menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam pembelajaran menulis teks berita sehingga karya yang dihasilkan siswa kurang maksimal. Berita yang dibuatnya kurang menarik karena bahasa yang digunakan monoton, dan pengembangan ide atau gagasan kurang bervariasi. Hal ini dapat dilihat dari kesesuaian isi berita , struktur dan unsur-unsur berita, gaya bahasa dan diksi yang belum mendapat perhatian dari siswa. Guru sebagai penyampai materi kepada siswa harus dapat menyampaikan materi yang akan dibahas dengan metode dan media yang tepat dan menarik. Hal tersebut akan berdampak pada keberhasilan siswa dalam mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.

Keprofesionalan seorang guru dituntut demi lancarnya proses belajar mengajar. Ada tiga persyaratan utama yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang baik, yaitu menguasai (1) bahan ajar, (2) keterampilan pembelajaran, dan (3) evaluasi pembelajaran. Dalam penguasaan keterampilan pembelajaran guru dituntut untuk menggunakan berbagai strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang tepat dan dapat menarik perhatian siswa sehingga menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pembelajaran menulis teks berita dalam penelitian ini yaitu bagaimana cara untuk meningkatkatan kemampuan menulis teks berita karena keterampilan menulis bukanlah semata-mata milik golongan orang yang berbakat menulis, melainkan dengan latihan yang sungguh-sungguh,  keterampilan itu dapat dimiliki oleh siapa saja. Keterampilan menulis merupakan proses belajar yang memerlukan ketekunan berlatih, semakin rajin berlatih, keterampilan menulis akan meningkat. Begitu juga dengan keterampilan menulis berita, untuk dapat menulisnya diperlukan usaha yang keras dan latihan terbimbing secara terus-menerus untuk menghasilkan berita yang baik. Peran guru sebagai motivator, fasilitator, sekaligus inspirator bagi siswa sangat diperlukan dalam hal ini yaitu memberikan latihan terbimbing kepada siswa dalam menulis teks berita

Dalam upaya meningkatkan  mutu hasil belajar, metode dipandang sebagai salah satu komponen yang ada di dalamya, dimana komponen yang satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi. Tujuan akan mempengaruhi bahan, metode dan juga penilaian. Demikian juga bahan akan mempengaruhi metode dan penilaian, hasil penilaian akan mempengaruhi tujuan. Dalam interaksi tersebut, siswa diarahkan oleh guru untuk mencapai tujuan pengajaran melalui bahan pengajaran yang dipelajari oleh guru untuk menggunakan metode dan alat untuk kemudian dinilai ada tidaknya perubahan

pada diri siswa setelah ia menyelesaikan proses belajar mengajar. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan mata pelajaran pokok dan keterampilan berbahasa mencakup empat segi, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis. Prestasi belajar menulis sebagai salah satu kompetensi dasar dalam pelajaran bahasa dan sastra yang perlu ditingkatkan. Untuk itu penyajian materi dengan metode yang tepat perlu terus diupayakan.

Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini penulis haruslah terampil memanfaatkan grafolegi struktur bahasa dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis tetapi harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur. (Tarigan 2008;3-4)

Berangkat  dari  permasalahan  tersebut, maka peneliti mencoba untuk menerapkan teknik peta pemikiran (MIND MAP) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita. Oleh karena itu,  peneliti mengambil judul ” Penggunaan Teknik Peta–Pikiran (MID-MAP) Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Kuripan Tahun Pelajaran 2019-2020”.

Berita secara leksikal berarti kabar. Secara etimologis, berita berasal dari bahasa Sangsekerta “vrit”  yang berarti ada atau kejadian. Sebagian orang menyebutnya “vritta” yang berarti “kejadian” atau “yang terjadi”. Lidah orang Indonesia menyebutnya “berita” (Sudarman, 2008: 74-75). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 108), berita diartikan sebagai laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Untuk mengidentifikasi hakikat berita secara akurat, Sudarman (2008: 75-76) mengutip beberapa pendapat akademisi maupun praktisi, antara lain: Charnley dan Neal, Nothclife, Assegaff, J.B. Wahyudi. Menurut Charnley dan Neal, berita adalah laporan tercepat tentang suatu peristiwa, opini, kecendrungan, situasi, dan interpretasi yang penting, menarik, masih baru dan harus secepatnya diketahui oleh khalayak. Nothclife memandang berita sebagai informasi yang mengandung keanehan atau ketaklaziman sehingga mampu mencuri perhatian, serta memancing keingintahuan pembaca. Bagi Assegaff, berita didefinisikan sebagai laporan tentang fakta atau ide terkini yang dapat menarik perhatian pembaca, yang dipilih oleh staf redaksi media untuk disiarkan. Sementara J.B. Wahyudi mendefinisikan berita sebagai laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi khalayak, masih baru, dan dipublikasikan secara periodik.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita merupakan laporan tercepat tentang suatu peristiwa, opini, atau hal-hal terbaru, nyata, dan menarik, dan penting untuk diketahui oleh masyarakat umum. Laporan tersebut biasanya berisi enam hal pokok, dalam dunia jurnalistik dikenal dengan istilah 5 W + 1H (what, who, when, where, why, how).

Dijelaskan oleh Sudarman (2008: 92-93), What berarti peristiwa apa yang terjadi dan dilaporkan kepada khalayak. Peristiwa tersebut berkaitan dengan alam, binatang, masalah manusia dan kehidupannya. Who berarti siapa yang terlibat dalam peristiwa/kejadian. Siapa mengacu pada manusia yang dijadikan berita, bisa atas nama individu maupun atas nama jabatan.  When berarti kapan peristiwa itu terjadi. Ini berkaiatan dengan waktu peristiwa itu terjadi. Mungkin detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, dan seterusnya. Where berarti di mana peristiwaa terjadi. Hal ini berkaitan dengan tempat terjadinya peristiwa. Selain merujuk pada geografis, ada yang mengacu pada tempat umum dan khusus. Why berarti mengapa peristiwa itu terjadi. Hal ini berkaitan dengan alasan atau mencari penyebab mengapa peristiwa tersebut terjadi. How berarti bagaimana peristiwa itu terjadi. Biasanya penulis berita menyampaikan tentang bagaimana peristiwa itu terjadi. Bahkan disertai cara menanggulangi peristiwa tersebut.

B. Identifikasi Masalah

Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang ada di dalam lembaga pendidikan (sekolah). Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari dalam sekolah (intern) seperti guru, siswa, kurikulum, sarana prasarana dan lainnya.  Selain itu, bisa juga berasal dari luar sekolah (ekstern) seperti geografis, daya dukung masyarakat dan lainnya. Dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, maka guru merupakan orang yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan suatu proses pembelajaran di kelas.

Dalam  pembelajaran  penulisan  teks berita  banyak  dijumpai  siswa  kesulitan dalam  menemukan  ide  atau  gagasan  yang  harus  dituangkan  di  dalam  teks berita. Penyebab kesulitan dalam menemukan ide atau gagasan salah satunya disebabkan oleh guru, dalam mengajarkan yaitu dengan menggunakan metode ceramah  dalam  kelas  sehingga  siswa  akan  merasakan  jenuh  dan  bosan. Pembelajaran yang diharapkan tidak tercapai.

Oleh sebab itu, guru dituntut untuk pandai-pandai   dalam mencari metode atau teknik yang   bisa membuat siswa mudah dalam memahami materi penulisan teks berita. Dalam penelitian ini penulis membahas tentang pembelajaran menulis teks berita  menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP).

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka permasalahan yang ingin dikaji lewat penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana penggunaan teknik peta–pikiran (MIND-MAP) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII A SMPN 2 Kuripan Tahun Pelajaran 2019-2020?

2. Bagaimana peningkatan kemampuan menulis teks berita  setelah diberi tindakan pembelajaran menggunakan teknik peta–pikiran (MIND-MAP)  siswa kelas VIII A SMPN 2 Kuripan Tahun Pelajaran 2019-2020?

  D. Alternatif Penyelesaian Masalah

Dalam pembelajaran teks berita yang mudah, peneliti menggunakan media pembelajaran peta-pikiran (MIND-MAP). Penggunaan teknik Mind Map pada proses pembelajaran writing teks berita diduga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita sesuai dengan langkah yang benar, struktur dan unsur-unsur berita. Hal ini disebabkan dugaan kuat bahwa teknik Mind Map akan mengarahkan siswa untuk berfikir secara sistematis dan runtut sehingga diharapkan siswa dapat mengungkapkan makna dalam bahasa tulis sesuai dengan langkah retorika teks yang benar sehingga hasil tulisan siswa tersebut merupakan produk bahasa yang berterima.

Penggunaan teknik Mind map dalam proses pembelajaran writing berita diduga kuat akan direspon positif oleh siswa karena teknik ini memudahkan mereka mengorganisasikan kerangka teks berita sehingga lebih mudah pula mencapai kompetensi yang diharapkan.

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana teknik Mind Map dapat meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa yang benar

2. Untuk mengetahui kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri  Kuripan  dalam menulis teks berita setelah diberikan tindakan menggunakan teknik Mind Map.

F. Manfaat  Penelitian

1. Guru

a. Memperbaiki mutu proses pembelajaran;

b. Meningkatkan kemampuan guru untuk berpikir kritis dan sistematis dalam memilih teknik terutama pada pembelajaran menulis teks berita

c. Guru dapat menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP).

d. Guru mata pelajaran lain dapat mempertimbangkan hasil PTK ini untuk memperbaiki kualitas pembelajaran mata pelajaran yang diampunya, juga dapat terinspirasi dan memotivasi untuk melakukan PTK juga

e. Sekolah dapat menjadikan hasil PTK sebagai masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.

2. Siswa

a. Meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa dalam menulis teks berita;

b. Meningkatkan mutu dan hasil belajar siswa dalam menulis teks berita;

c. Siswa lebih aktif dan mendapat pembelajaran yang lebih baik .

3. Sekolah

a. Peningkatan hasil pembelajaran yang berpengaruh terhadap kualitas sekolah melalui hasil belajar siswa yang meningkat. 

b. Adanya strategi yang variatif dalam mengelola pembelajaran menulis teks berita yang dapat diterapkan oleh guru yang lain.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. LANDASAN TEORI

1. Teknik Peta Pikiran (MIND MAP)

Metode  adalah  suatu  prosedur  yang  dilakukan  dalam  merancang, menyelesaikan, dan menghasilkan dari sesuatu yang diinginkan. (Atmazaki, 1993:124) Teknik pembelajaran tidak akan berhasil apabila tidak ada metode yang benar-benar cocok untuk pembelajaran tersebut.

Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak karena Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan “memetakan’ pikiran-pikiran kita.

Setelah menelusuri betapa proses menulis merupakan suatu proses yang kompleks dan tidak mudah, maka marilah kita temukan satu cara untuk memudahkannya. Tony Busan (2007:4-7) mengemukakan tentang suatu teknik yang dapat digunakan dalam proses apa saja yang melibatkan otak. Dia mengatakan bahwa Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak karena Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan “memetakan’ pikiran-pikiran kita.Selanjutnya Busan mencatat banyak sekali kegunaan Mind Map antara lain:

· Mengaktifkan seluruh otak

· Membereskan akal dari kekusutan mental

· Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan

· Membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang  saling terpisah

· Member gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian

· Memungkinkan kita mengelompokkan konsep dan membandingkannya

Berdasarkan hasil penelitiannya, Busan menyatakan bahwa otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual yang sangat sempurna.Bukankah kita akan lebih mengingat informasi yang disajikan dengan menggunakan gambar?

Mind Map menggunakan kemampuan otak dalam pengenalan visual untuk mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Dengan kombinasi warna, gambar dan cabang-cabang melengkung, Mind Map lebih merangsang secara visual dibandingkan dengan metode mencatat tradisional yang cenderung linear dan satu warna.Dengan begitu persuasive, Busan menyatakan bahwa Mind Map memiliki begitu banyak manfaat yang membantu kita menjadikan hidup lebih mudah dan sukses!

2. Meningkatkan

Meningkatkan adalah menaikkan  dearajat (draf, taraf, dsb.) dan mempertinggi, memperhebat (produksi dsb.) (KBBI Edisi Kelima). Selanjutnya Depdiknas memberikan definisi dari meningkatan adalah prose, cara, pembuatan peningkatan usaha atau kegiatan yang dimaksud (dalam Sulatri,2008:11).

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa peningkatan adalah proses meningkatkan sesuatu, dalam hal ini penggunaan teknik peta pikiran dalam meningkatkan kemampuan siswa menulis teks berita.

3. Kemampuan

Kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan (KBBI, 2003: 707). Selanjutnya Depdiknas (dalam Yuliana, 2007: 10) kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti kuasa (bisa, sanggup) melakukan sesuatu, dapat. Sedangkan kemampuan yaitu kesanggupan, kecakapan untuk melakukan sesuatu.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat diambil simpulan bahwa kemampuan adalah kesanggupan atau kecakapan untuk melakukan sesuatu, dalam hal ini kecakapan siswa dalam menulis teks berita.

4.  Menulis Teks Berita

Berita secara leksikal berarti kabar. Secara etimologis, berita berasal dari bahasa Sangsekerta “vrit”  yang berarti ada atau kejadian. Sebagian orang menyebutnya “vritta” yang berarti “kejadian” atau “yang terjadi”. Lidah orang Indonesia menyebutnya “berita” (Sudarman, 2008: 74-75). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990: 108), berita diartikan sebagai laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Untuk mengidentifikasi hakikat berita secara akurat, Sudarman (2008: 75-76) mengutip beberapa pendapat akademisi maupun praktisi, antara lain: Charnley dan Neal, Nothclife, Assegaff, J.B. Wahyudi. Menurut Charnley dan Neal, berita adalah laporan tercepat tentang suatu peristiwa, opini, kecendrungan, situasi, dan interpretasi yang penting, menarik, masih baru dan harus secepatnya diketahui oleh khalayak. Nothclife memandang berita sebagai informasi yang mengandung keanehan atau ketaklaziman sehingga mampu mencuri perhatian, serta memancing keingintahuan pembaca. Bagi Assegaff, berita didefinisikan sebagai laporan tentang fakta atau ide terkini yang dapat menarik perhatian pembaca, yang dipilih oleh staf redaksi media untuk disiarkan. Sementara J.B. Wahyudi mendefinisikan berita sebagai laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting, menarik bagi khalayak, masih baru, dan dipublikasikan secara periodik.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa berita merupakan laporan tercepat tentang suatu peristiwa, opini, atau hal-hal terbaru, nyata, dan menarik, dan penting untuk diketahui oleh masyarakat umum. Laporan tersebut biasanya berisi enam hal pokok, dalam dunia jurnalistik dikenal dengan istilah 5 W + 1H (what, who, when, where, why, how).

Dijelaskan oleh Sudarman (2008: 92-93), What berarti peristiwa apa yang terjadi dan dilaporkan kepada khalayak. Peristiwa tersebut berkaitan dengan alam, binatang, masalah manusia dan kehidupannya. Who berarti siapa yang terlibat dalam peristiwa/kejadian. Siapa mengacu pada manusia yang dijadikan berita, bisa atas nama individu maupun atas nama jabatan.  When berarti kapan peristiwa itu terjadi. Ini berkaiatan dengan waktu peristiwa itu terjadi. Mungkin detik, menit, jam, hari, bulan, tahun, dan seterusnya. Where berarti di mana peristiwaa terjadi. Hal ini berkaitan dengan tempat terjadinya peristiwa. Selain merujuk pada geografis, ada yang mengacu pada tempat umum dan khusus. Why berarti mengapa peristiwa itu terjadi. Hal ini berkaitan dengan alasan atau mencari penyebab mengapa peristiwa tersebut terjadi. How berarti bagaimana peristiwa itu terjadi. Biasanya penulis berita menyampaikan tentang bagaimana peristiwa itu terjadi. Bahkan disertai cara menanggulangi peristiwa tersebut.

Menulis  merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa. Menurut  Rusyana (1988:191) menulis merupakan kemampuan menggunakan pola-pola bahasa secara tertulis untuk mengungkapkan suatu gagasan atau pesan. Menulis atau mengarang adalah proses menggambarkan suatu bahasa sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat dipahami pembaca (Tarigan, 1986:21). Kedua pendapat tersebut sama-sama mengacu kepada menulis sebagai proses melambangkan bunyi-bunyi ujaran berdasarkan aturan-aturan tertentu. Artinya, segala ide, pikiran, dan gagasan yang ada pada penulis disampaikan dengan cara menggunakan lambang-lambang bahasa yang terpola. Melalui lambang-lambang tersebutlah pembaca dapat memahami apa yang dikomunikasikan penulis.

Mengemukakan gagasan secara tertulis tidaklah mudah. Di samping dituntut kemampuan berpikir yang memadai, juga dituntut berbagai aspek terkait lainnya. Misalnya penguasaan materi tulisan, pengetahuan bahasa tulis, motivasi yang kuat, dan lain-lain. Paling tidak menurut Hamid (1987:68) seorang penulis harus menguasai lima komponen tulisan, yaitu: isi (materi) tulisan, organisasi tulisan, kebahasaan (kaidah bahas tulis), gaya penulisan, dan mekanisme tulisan. Kegagalan dalam salah satu komponen dapat mengakibatkan gangguan dalam menuangkan ide secara tertulis.

Mengacu kepada pemikiran di atas, jelaslah bahwa menulis bukan hanya sekedar menuliskan apa yang diucapkan (membahasatuliskan bahasa lisan), tetapi merupakan suatu kegiatan yang terorganisir sedemikian rupa sehingga terjadi suatu tindak komunikasi (antara penulis dengan pembaca). Bila apa yang dimaksudkan oleh penulis sama dengan yang dipahami oleh pembaca, maka seseorang dapat dikatakan telah terampil menulis.

Proses menulis sebagai kegiatan pribadi dapat dipandang sebagai kegiatan memadukan empat langkah yaitu: merencanakan (planning), mengonsep (drafting), memperbaiki (revising), dan menyunting (editing). Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya ke empat langkah tersebut dapat bersifat rekursif, bukan linear, misalnya dalam  menulis konsep dapat saja diselingi oleh penambahan pada planning, atau revisi dapat menjadi penyusunan kembali ( Krashen, 1984:17).

 Randi Reppen dalam Richards and Renandya (2002:322) menyatakan bahwa untuk pembelajar bahasa kedua, konvensi dalam menulis masih akan menjadi misteri sampai guru mengajarkan kaidah dan pola-pola bahasa yang harus digunakan sehingga mereka betul-betul memahaminya. Dengan pemahaman tersebut, siswa dapat lebih terarah dalam menghasilkan sebuah tulisan dengan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan komunikatifnya.

B. Kerangka Berfikir

Keterampilan menulis teks berita siswa  SMP/MTs. atau sederajat dapat dikatakan masih sangat rendah terutama dalam menulis kreatif dan salah satunya menulis teks berita. Di samping  itu, pembelajaran sastra proforsinya sedikit diajarkan di SMP.

Peneliti ini akan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita kelas VIII A SMPN 2  Kuripan. Latar belakang peneliti  mengambil teknik teknik peta pikiran adalah  bahwa selama ini metode yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas melalui LKS tanpa adanya penjelasan lengkap dari guru. Oleh karena itu, siswa menjadi kurang terampil dalam menuangkan ide dan gagasannya. Kurangnya penjelasan, latihan, bimbingan, pemilihan metode yang tidak tepat dan jarangnya penggunaan media pembelajaran dari guru mengakibatkan pemahaman dan kemapuan siswa terhadap pembelajaran menulis teks berita menjadi kurang maksimal karena siswa merasa jenuh.

Dengan menggunakan teknik peta pikiran, membantu siswa untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar otak karena Mind Map adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan “memetakan’ pikiran-pikiran kita.

C. Hipotesis Tindakan

Kemampuan siswa dalam menulis teks berita dapat ditingkatkan dengan menggunakan teknik peta pikiran pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Kuripan hingga pencapaian angka atau nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yang signifikan.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan pada hakikatnya merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pada proses pembelajaran di kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian tindakan dalam bidang pendidikan yang dilaksanakan di kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks berita siswa dengan teknik penggunaan peta pikiran (MIND MAP).

B. Subjek Penelitian

Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa VIII SMP Negeri 2 Kuripan yang difokuskan pada kelas VIII A  dengan jumlah siswa 28 siswa terdiri atas 16 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki.

Alasan peneliti memilih kelas VIIIA   sebagai subjek penelitian karena peneliti melihat kemampuan siswa dalam berkreativitas khususnya pada mata pelajaran bahasa Indonesia masih kurang dan tidak menyeluruh.

C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kuripan Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat dengan melibatkan siswa kelas VIIIA  Tahun Pembelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilakukan pada semester ganjil bulan Juli s.d. Agustus 2019.

D. Prosedur Penelitian

1. Perencanaan PTK

a. Mengidentifikasi masalah yang dialami peserta didik  dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang terjadi di kelas VIII A SMPN 2 Kuripan

b. Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran menulis sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita  sesuai dengan langkah menulis teks berita

c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) sesuai dengan KD. 4.2 menyaikan data dan informasi

d. Menentukan metode pengumpulan data dan analisis data.

Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa nilai menulis siswa sesuai dengan rubrik penilaian yang telah ditentukan.

Siswa menulis teks berita sebanyak dua kali. Pertama, siswa menulis teks berita setelah diterangkan dan dilatih dengan teknik mind map (siklus 1). Kedua, siswa menulis teks berita setelah mengalami pembelajaran dengan menggunakan teknik mind map dengan perbaikan-perbaikan berdasarkan hasil refleksi siklus 1 (siklus 2)

Data yang terkumpul di analisis dengan cara dibandingkan antara nilai hasil belajar pada siklus pertama dengan nilai hasil belajar pada siklus kedua. Bila hasil belajar menunjukkan peningkatan, maka PTK ini hanya akan dilaksanakan dua siklus.

e. Melakukan refleksi pada setiap akhir siklus berdasarkan hasil observasi dari kolaborator, dan hasil refleksi peneliti sendiri.

 2. Tahap pelaksanaan PTK

PTK dilaksanakan sesuai dengan jadwal mengajar peneliti sebanyak 2 (dua) kali pertemuan sejalan dengan Program Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Materi PTK  adalah KD 4.2 pada standar isi. Kegiatan pembelajaran di kelas sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada lampiran.

Secara bertahap siswa akan dilatih untuk menguasai kompetensi menulis, teks menulis yang diawali dengan mengenali jenis teks, membangun kosa kata yang berkaitan dengan materi, berlatih meggunakan teknik Mind Map pada tahap membangun kosakata, pre-writing, dan drafting. Dengan melalui dua tahap pembelajaran, seluruh siswa diharapkan dapat tuntas sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

3.  Tahap Observasi dan Evaluasi

PTK ini dilaksanakan oleh peneliti sendiri, bekerja sama dengan teman sejawat guru Bahasa Indonesia di SMPN  2 Kuripan yaitu Cok Gede Sukanegara, S.Pd yang  bertindak sebagai kolaborator dan melakukan dua kali observasi terhadap kegiatan guru dan siswa pada pelaksanaan penelitian. (Format observasi terlampir)

         4  Tahap Analisis dan Refleksi

Hasil observasi dari kolaborator serta nilai menulis siswa pada akhir setiap siklus dianalisis dan dijadikan bahan refleksi melalui diskusi bersama antara peneliti dan kolaborator

F.   Pengumpulan Data

1. Data primer yang dikumpulkan adalah data kuantitatif berupa nilai hasil menulis siswa pada setiap akhir siklus. Teknik penilaian adalah non-test dalam bentuk produk. Untuk penilaian produk ( hasil tulisan siswa) digunakan rubrik sebagai berikut: Kesesuaian isi dengan judul, pilihan kata atau diksi, kesesuaian struktur, dan kesesuain unsur-unsur berita

2. Data kualitatif berupa hasil observasi digunakan sebagai bahan evaluasi dan diskusi pada tahap refleksi.

 G.  Siklus Pertama

1. Tahap perencanaan

Pembelajaran menulis teks berita dilaksanakan dalam siklus lisan yang mengembangkan keterampilan mendengarkan dan berbicara, dan siklus tulis yang mengembangkan keterampilan membaca (KD.4.2) menyajikan data dan informasi.

Pembelajaran direncanakan dengan lebih dahulu memberikan model teks berita secara utuh sebagai gambaran yang jelas bagi siswa akan target/tujuan belajar mereka dalam kompetensi dasar yang telah ditentukan. Pada tahap modeling, guru melakukan observasi tentang penguasaan kosa kata yang diperlukan untuk materi ini. Menurut prakiraan, siswa masih perlu dilatih dan diberi kesempatan untuk menambah kosa kata yang diperlukan tersebut secara tepat. Teknik mind map akan digunakan untuk kegiatan ini. ( pertemuan 1)

      Setelah dapat mengidentifikasi model teks dan memiliki kosa kata yang memadai, siswa akan dilatih untuk menyusun konsep teks (drafting) dengan menggunakan teknik mind map. Kegiatan menyusun teks dimulai dengan tahap yaitu: pertama, seluruh siswa bersama guru menyusun draft sebuah teks. Pada langkah ini, ide bisa datang dari siswa atau guru, tapi biasanya guru lebih dominan.    Kedua, draft yang telah tersusun digunakan untuk menyusun teks berita yang utuh. Pada langkah ini siswa diberi contoh dan dilatih untuk memanfaatkan data pada konsep yang harus disesuaikan dengan struktur  teks (pertemuan 2). Kegiatan inti  pertemuan ketiga adalah aktifitas siswa menyusun draft dan menulis teks dengan lengkap.

    2.  Tahap Pelaksanaan Tindakan

a. Pertemuan 1

1. Apersepsi; guru berusaha menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dikaitkan dengan materi yang akan dibahas. Langkah ini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru kepada kelas atau kepada individu apakah mereka sudah menonton televisi tentang peristiwa yang terjadi di belahan dunia atau peristiwa yang tejadi dilingkungan rumah dan lingkungan sekolah.

2. Motivasi; Diskusi dilanjutkan dengan mengaitkan salah satu profesi yang menjembati seseorang bertemu dengan berbagai lapisan masyarakat mulai dari presiden sampai pemulung. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa, menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang akan dibahas, dan memahami bahwa materi yang akan dibahas sangat berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

3.   Menyampaikan tujuan pembelajaran; Setelah kegiatan apersepsi dan motivasi,      guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu yaitu  menyampaikan data dan informasi yang di perlukan untuk menyusun teks berita.

4.   Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan; untuk pertemuan ini cakupan materi yang dipajangkan pada siswa adalah model teks berita tentang kebersiahan lingkungan, daftar kosa kata yang dianggap sulit, serta pengembangan kosa kata dengan menggunakan teknik mind map. 

5.  Pada kegiatan inti pertemuan pertama, guru memberikan sebuah teks berupa sebuah teks berita tentang kebersihan lingkungan sebagai model yang harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada penambahan perbendaharaan kata  yang akan digunakan sebagai model pengembangan teks selanjutnya. Guru memberi contoh penggunaan teknik mind map  untuk menambah kosa kata yang diperlukan. Dari contoh teks yang diberikan yang berjudul Guru dan siswa membersihakan lingkungan sekolah, siswa mengelaborasi atau mengembangkan perbendaharaan kata pada teks tersebut.

6. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini” dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar hari ini”. Sebelum menutup pertemuan guru menyampaikan rencana pembelajaran  pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas tentang teks berita untuk keterampilan menulis.

C.   Siklus Kedua

1. Tahap perencanaan

Dari hasil refleksi siklus pertama, pembelajaran menulis teks berita direncanakan untuk tetap mencoba mengimplementasikan teknik mind map, penciptaan atmosfir kelas yang lebih rileks dan gembira, serta memberi kesempatan untuk kerja kelompok. Pembelajaran keterampilan menulis diberikan setelah menuntaskan keterampilan mendengarkan, berbicara, dan membaca (KD.4.2). Sesuai dengan RPP, kegiatan yang akan dilakukan siswa pada siklus kedua ini adalah menulis sebuah teks berita tentang kebersihann lingkungan sekolah sederhana dengan menerapkan teknik mind map terutama pada proses drafting. Menyusun teks secara berkelompok, kemudian menulis teks secara individual. Sebelum kegiatan menulis, guru mengulas kesalahan dan kesulitan yang dihadapi siswa pada siklus 1, menjelaskan kembali teknik mind map dan menciptakan kondisi kelas yang gembira dan tidak tegang dengan sekali-sekali melontarkan jokes.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

a. Pertemuan 2

1.  Apersepsi; guru berusaha mengaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa dengan materi yang akan dipelajari. Langkah ini diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru kepada seluruh siswa atau kepada siswa tertentu tentang kebiasaan mereka seperti kebiasaan membersihkan kelas sehingga tercipta rasa nyaman dalam belajar

2.  Motivasi; Diskusi dilanjutkan dengan mengaitkan antara kebersihan kelas dan caranya. Dari jawaban siswa terlontar cara menjaga kebersihan kelas yaitu membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi siswa, menumbuhkan keingintahuan terhadap teks yang akan dibahas, dan memahami bahwa materi yang akan dibahas sangat berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari.

3.  Menyampaikan tujuan pembelajaran; Setelah kegiatan apersepsi dan motivasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari itu yaitu menyampaikan data dan infromasi dalam bentuk teks berita diperlukan untuk menyusun teks berita.

4. Menyampaikan cakupan materi dan uraian kegiatan; untuk pertemuan ini cakupan  materi yang dipajankan pada siswa adalah model teks berita berupa cara membuatteks berita, serta pengembangan kosa kata dengan menggunakan teknik mind map.

5.  Pada kegiatan inti pertemuan pertama, guru memberikan sebuah teks berupa teks berita sebagai model yang harus dieksplorasi siswa, guru memfokuskan pada penambahan perbendaharaan kata yang akan digunakan sebagai modal pengembangan teks selanjutnya. Guru memberi contoh penggunaan teknik mind map untuk menambah kosa kata yang diperlukan. Dari contoh teks yang diberikan tersebut, siswa mengelaborasi atau mengembangkan perbendaharaan kata

.  Tahap akhir dari kegiatan inti yaitu tahap konfirmasi dilakukan dengan mencoba mengonstruksi teks berita tentang kebersihan lingkungan sekolah.

1. Kegiatan penutup: kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat kesimpulan, melakukan refleksi yaitu mengajukan dua pertanyaan untuk dijawab siswa; “Sebutkan dua hal yang kamu pelajari dari pertemuan ini” dan “Sebutkan dua hal yang dapat diperbaiki dari pengalaman belajar hari ini”. Sebelum menutup pertemuan guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan membahas tentang teks berita untuk keterampilan menulis.

  Dari teks contoh tersebut, siswa mencari cara membuat sesuatu yang lain yang mirip, kemudian siswa membuat draft dengan cara mengumpulkan kosa kata yang diperlukan untuk menulis seluruh bagian teks berita. Setelah proses drafting, siswa menyusun teks yang utuh sesuai dengan stuktur dan unsur-unsur berita dan mengumpulkan hasil pekerjaannya. Observer mengamati dan membuat catatan pengamatan.

 

 

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dilaksanakan apabila data yang diperlukan sudah terkumpul. Untuk mengetahui persentase ketuntasan siswa dalam proses belajar mengajar untuk setiap siklusnya menggunakan rumus:

    A =

Keterangan:

A  =  Proporsi aktual

n  =  Jumlah seluruh siswa tuntas

N  =  Jumlah siswa keseluruhan

Jika A < 75 maka belajar dikatakan belum tuntas. Jika A > 75 maka belajar dikatakan tuntas.

Sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa adalah diskriptif  kuantitatif.

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data

Hasil penelitian tindakan kelas terhadap siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan Lombok Barat pada kompetensi menyampaikan data dan informasi dalam bentuk teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP), diperoleh dari hasil non tes dan observasi yang terdiri atas 2 (dua) siklus yaitu siklus I dan siklus II. Pada non tes sebelum tindakan hasilnya diperoleh dari rata-rata nilai menulis teks berita  sebelum diterapkan teknik teknik peta pikiran (MIND MAP).  Selanjutnya  dari  hasil  sebelum tindakan  digunakan  untuk  menyusun rancangan pembelajaran pada siklus I. Selanjutnya hasil penilaian atau evaluasi  pembelajaran  pada    siklus  I  disempurnakan  pada  rancangan pembelajaran siklus II.

Tabel 1. Data Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan

No.

Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Jml.

Skor

Jml.Nilai

Ket.

1

 

0 – 3

2

 

0 – 3

3

 

0 – 3

4

 

0 – 3

 

5

 

0 – 3

 

6

 

0 – 3

1.

Ahmad Sudiharji

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

2.

Asrtid Kirania

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

3.

Desak Kade Oni

3

2

2

2

3

2

14

78

Tuntas

4.

Desak Kade Oni Septiana

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

5.

Desak Putu Gayatri

2

2

3

2

2

3

14

78

Tuntas

6.

Fanessa Serlina

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

7.

Firman Jaya

2

3

2

2

2

3

14

78

Tuntas

8.

I Wayan Patra

2

2

2

1

2

2

11

61

Tidak Tuntas

9.

Iyaad Alpareza

2

2

3

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

10.

Lalita Satyaki Devidasi

2

3

2

2

2

1

12

67

Tidak Tuntas

11.

Lukmanul Hakim

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

12.

M.Nazril Hadi Wibawa

2

2

3

2

2

3

14

78

Tuntas

13.

Muhammad Aji Nusantara

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

14.

Munajah

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

15.

Nazuratul Anaria

3

2

3

2

2

2

14

78

Tuntas

16.

Ni Kadek Satya Dewi

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

17.

Ni Ketut Destiantini

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

18.

Ni Luh Nery Luckyta Sawitri

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

19.

Ni Luh Yuni Srianti

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

20.

Ni Made Danianty

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

21.

Ni Nengah Sulatri

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

22.

Ni Nyoman Tri Martiani

3

2

3

2

2

2

14

78

Tuntas

23.

Dodi Irwansah

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

24.

Ni Putu Ayu Lolita Febriani

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

25.

Baedoi

3

3

3

2

1

2

14

78

Tuntas

26.

Rahi Efri Dwinti

3

2

3

2

2

2

14

78

Tuntas

27.

Amrul Palihin

2

2

2

2

2

1

11

61

Tidak Tuntas

28.

Ahmad Sugata

2

3

2

2

2

3

14

78

Tuntas

Jumlah

62

63

63

55

56

53

352

1956

T = 9

B = 19

Nilai rata-rata

2.2

2.3

2.3

2.0

2.0

1.9

12.6

69.8

 

Persentase Ketuntasan

 

 

 

 

 

 

 

32 

 

 

* Aspek Penilaian; 1.Kesesuaian Isi dengan judul; 2.Pilihan Kata atau Diksi; 3.Kesesuaian struktur berita; 4.kesesuaian unsur-unsur berita;

 

Dari hasil non tes sebelum tindakan, terlihat persentase ketuntasan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan  masih rendah. Rendahnya keterampilan siswa dalam menulis teks berita disebabkan karena faktor internal yaitu dari siswa sendiri dan faktor  eksternal  di antaranya  teknik  pembelajaran  yang  digunakan  oleh guru kurang sesuai. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita, peneliti menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP).

1. Siklus I

Tahap siklus I merupakan tindakan awal dalam meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan dalam menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP).

 

a. Data Aktivitas Siswa dan Guru

Table 2. Format Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus I

Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus I

Nama Guru :  Sahman, S.Pd.

Sekolah :  SMP Negeri 2 Kuripan

Tanggal :  22 Juli 2019

Waktu :  Pukul 08.50 – 10.10

No.

Yang Diobservasi

Ya

Tidak

Guru

1.

Membuat RPP

 

2.

Mempersiapkan tugas siswa

 

3.

Membuka pembelajaran

 

4.

Menjelaskan tujuan pembelajaran

 

5.

Memberikan penekanan terhadap materi pelajaran

 

6.

Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

 

7.

Mampu benciptakan kondisi belajar yang kondusif

 

8.

Kesesuaian RPP dengan pelaksanaan pembelajaran

 

Siswa

1.

Bergairah dalam mengikuti pembelajaran

 

2.

Menanyakan materi yang belum dikuasai/ kurang dipahami

 

3.

Kreativitas dalam belajar

 

4.

Mengalami kesulitan belajar

 

5.

Aktif dan saling memberi tanggapan

 

6.

Aktif mengikuti pelajaran

 

Kuripan, 12  Agustus  2019

Pengamat,

 

 

Cok Gede Sukaneraga, S.Pd.

NIP.196512311990031130

 

 

Beberapa hal yang dapat dicermati dari hasil observasi pada siklus I adalah sebagai berikut :

1. Saat guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan motivasi, semua siswa memperhatikan, tenang, dan sungguh-sungguh mengikuti pembelajaran.

2. Saat  guru  menjelaskan  tentang  cara  menulis  teks berita,  siswa  siswa mendengarkan dengan baik meskipun masih ada siswa yang berbicara sendiri.  Di  samping  itu  mereka  kelihatan  masih  bingung  sebelum dipraktekkan.

3. Ketika guru memberi kesempatan kepada siswa supaya bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, sebagian besar siswa hanya diam saja.

4. Ketika siswa ditugaskan untuk menulis teks berita dengan tema lingkungan sekitar, siswa ada yang masih mondar-mandir, karena kurang  memperhatikan penjelasan cara menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran.

b. Data Kemampuan Siswa Menulis Teks Berita

Tabel 3. Data Hasil Belajar Siswa Siklus I

No.

Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Jumlah

Skor

Jumlah Nilai

Keterangan

1

 

0 – 3

2

 

0 – 3

3

 

0 – 3

4

 

0 – 3

 

 

5

 

0 – 3

 

 

6

 

0 – 3

1

Ahmad Sudiharji

3

3

2

2

2

2

14

78

Tuntas

2

Asrtid Kirania

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

3

Desak Kade Oni

3

2

2

2

3

2

14

78

Tuntas

4

Desak Kade Oni Septiana

2

3

2

2

2

3

14

78

Tuntas

5

Desak Putu Gayatr

2

2

3

2

2

3

14

78

Tuntas

6

Fanessa Serlina

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

7

Firman Jaya

2

3

2

2

2

3

14

78

Tuntas

8

I Wayan Patra

3

2

2

2

2

3

14

78

Tuntas

9

Iyaad Alpareza

3

3

3

2

2

2

15

83

Tuntas

10

Lalita Satyaki Devidasi

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

11

Lukmanul Hakim

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

12

M.Nazril Hadi Wibawa

2

2

3

2

2

3

14

78

Tuntas

13

Muhammad Aji Nusantara

3

2

2

2

2

3

14

78

Tuntas

14

Munajah

2

3

2

2

2

3

14

78

Tuntas

15

Nazuratul Anaria

3

3

3

2

2

2

15

83

Tuntas

16

Ni Kadek Satya Dewi

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

17

Ni Ketut Destiantini

3

2

2

2

2

3

14

78

Tuntas

18

Ni Luh Nery Luckyta Sawitri

3

3

2

2

2

2

14

78

Tuntas

19

Ni Luh Yuni Srianti

2

2

2

2

2

2

12

67

Tidak Tuntas

20

Ni Made Danianty

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

21

Ni Nengah Sulatri

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

22

Ni Nyoman Tri Martiani

3

2

2

2

2

3

14

78

Tuntas

23

Dodi Irwansah

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

24

Wawan

2

3

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

25

Baedoi

3

3

3

2

2

2

15

83

Tuntas

26

Rahi Efri Dwinti

3

3

3

2

2

2

15

83

Tuntas

27

Amrul Palihin

3

2

2

2

2

2

13

72

Tidak Tuntas

28

Ahmad Sugata

2

3

3

2

2

3

15

83

Tuntas

Jumlah

73

69

63

56

57

66

384

2133

T = 17

B = 11

Nilai Rata-Rata

2.6

2.5

2.3

2.0

2.0

2.4

13.7

76.2

 

Persentase Ketuntasan

 

 

 

 

 

 

 

61

 

* Aspek Penilaian; 1.Kesesuaian Isi dengan judul; 2.Pilihan Kata atau Diksi; 3.Kesesuaian struktur berita; 4.kesesuaian unsur-unsur berita;

 

Untuk mengetahui presentase ketuntasan siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus I menggunakan rumus:

 

   A =

Keterangan:

A  =  Proporsi aktual

n =  Jumlah seluruh siswa tuntas

N =  Jumlah siswa keseluruhan

Jika A < 75 maka belajar dikatakan belum tuntas. Jika A > 75 maka belajar dikatakan tuntas.

  A =   

=   

=  41 %

Sedangkan teknik yang digunakan untuk menganalisis hasil belajar siswa adalah diskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan.

Perolehan data tentang persentase keberhasilan atau ketuntasan siswa pada pelaksanaan siklus I dari 61 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan dalam menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP). Dengan memperhatikan kesesuaian isi dengan judul, diksi, stuktur berita, dan unsur-unsur berita Peserta didik yang mendapatkan nilai 75 ke atas dikategorikan tuntas dalam belajar. Siswa yang sudah tuntas dalam siklus pertama ini sebanyak 17 orang atau 61 %. Sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 11 orang atau 39%.

2. Siklus II

Pelaksanaan siklus II merupakan kelanjutan dari siklus I. Siklus kedua ini dilaksanakan untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP).

 

 

 

a. Data Aktivitas Siswa dan Guru

Tabel 4. Format Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus II

Lembar Observasi Aktivitas Siswa dan Guru Siklus II

Nama Guru :  Sahman, S.Pd.

Sekolah :  SMP Negeri 2 Kuripan

Tanggal :  12 Agustus 2019

Waktu :  Pukul 08.50 – 10.10

No.

Yang Diobservasi

Ya

Tidak

Guru

1.

Membuat RPP

 

2.

Mempersiapkan tugas siswa

 

3.

Membuka pembelajaran

 

4.

Menjelaskan tujuan pembelajaran

 

5.

Memberikan penekanan terhadap materi pelajaran

 

6.

Memberikan kesempatan bertanya kepada siswa

 

7.

Mampu benciptakan kondisi belajar yang kondusif/ tenang

 

8.

Kesesuaian RPP dengan pelaksanaan pembelajaran

 

Siswa

1.

Bergairah dalam mengikuti pembelajaran

 

2.

Menanyakan materi yang belum dikuasai/ kurang dipahami

 

3.

Kreativitas dalam belajar

 

4.

Mengalami kesulitan belajar

 

5.

Aktif saling saling memberi tanggapan

 

6.

Aktif mengikuti pelajaran

 

 

Kuripan,  19 Agustus   2019

Pengamat,

 

 

Cok Gede Sukaneraga, S.Pd.

NIP.196512311990031130

 

Hasil observasi terhadap sikap dan aktivitas siswa pada siklus kedua dalam proses pembelajaran dari awal sampai akhir, siswa kelihatan antusias dan mulai mendalami tentang materi yang disampaikan. Dibuktikan banyak siswa yang bertanya dan mereka ingin mengetahui lebih lanjut agar benar-benar paham.

Praktik dalam penulisan teks berita dengan teknik peta pikiran pada siklus II ini siswa lebih bersemangat dalam melaksanakan dan menuangkan hasilnya berupa teks berita.

b. Data Kemampuan Siswa Menulis Teks Berita

Tabel 5. Data Hasil Belajar Siswa Siklus II

No.

Nama Siswa

Aspek yang dinilai

Jumlah

Skor

Jumlah Nilai

Keterangan

1

 

0 – 3

2

 

0 – 3

3

 

0 – 3

4

 

0 – 3

 

 

5

 

0 – 3

 

 

6

 

0 – 3

1.

Ahmad Sudiharji

3

3

3

3

2

2

16

80

Tuntas

2.

Asrtid Kirania

3

3

3

2

2

1

14

60

Belum Tuntas

3.

Desak Kade Oni

3

3

3

3

2

2

16

80

Tuntas

4.

Desak Kade Oni Septiana

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

5.

Desak Putu Gayatr

3

3

3

2

3

2

16

80

Tuntas

6.

Fanessa Serlina

3

3

3

3

2

1

16

80

Tuntas

7.

Firman Jaya

3

3

3

3

3

3

18

100

Tuntas

8.

I Wayan Patra

3

3

3

3

2

2

16

80

Tuntas

9.

Iyaad Alpareza

3

3

3

3

2

1

16

80

Tuntas

10.

Lalita Satyaki Devidasi

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

11.

Lukmanul Hakim

3

3

3

2

2

1

14

60

Belum Tuntas

12.

M.Nazril Hadi Wibawa

3

3

3

3

2

2

16

80

Tuntas

13.

Muhammad Aji Nusantara

3

3

3

2

3

1

15

70

Tuntas

14.

Munajah

3

3

3

3

3

1

16

80

Tuntas

15.

Nazuratul Anaria

3

3

3

3

3

3

18

100

Tuntas

16.

Ni Kadek Satya Dewi

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

17.

Ni Ketut Destiantini

3

3

3

3

3

1

16

80

Tuntas

18.

Ni Luh Nery Luckyta Sawitri

3

3

3

3

3

3

18

100

Tuntas

19.

Ni Luh Yuni Srianti

3

3

3

3

3

1

16

80

Tuntas

20.

Ni Made Danianty

3

3

3

2

3

1

15

70

Tuntas

21.

Ni Nengah Sulatri

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

22.

Ni Nyoman Tri Martiani

3

3

3

2

2

2

15

70

Tuntas

23.

Dodi Irwansah

3

3

3

3

3

3

18

90

Tuntas

24.

Wawan

3

3

3

3

3

3

18

100

Tuntas

25.

Baedoi

3

3

3

3

3

1

16

80

Tuntas

26.

Rahi Efri Dwinti

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

27.

Amrul Palihin

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

28.

Ahmad Sugata

3

3

3

3

3

2

17

90

Tuntas

Jumlah

 

 

 

 

 

 

 

3440

T = 24

B = 4

Nilai rata-rata

 

 

 

 

 

 

 

88

 

Persentase Ketuntasan

 

 

 

 

 

 

 

94%

 

* Aspek Penilaian; 1.Kesesuaian Isi dengan judul; 2.Pilihan Kata atau Diksi; 3.Struktur berita; 4.unsur-unsur berita;

 

Untuk mengetahui presentase ketuntasan siswa dalam proses belajar mengajar pada siklus II menggunakan rumus yang sama dengan yang digunakan pada siklus I yakni :

   A =

Keterangan:

A  =  Proporsi aktual

n =  Jumlah seluruh siswa tuntas

N =  Jumlah siswa keseluruhan

Jika A < 75 maka belajar dikatakan belum tuntas. Jika A > 75 maka belajar dikatakan tuntas.

  A =   

     =   

=  94 %

 Sedangkan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah diberi tindakan kedua yaitu dengan teknik deskriptif kuantitatif.

Perolehan data tentang persentase keberhasilan atau ketuntasan siswa pada pelaksanaan siklus II adalah 86% dari 28 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan dalam menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP). Dengan memperhatikan kesesuaian isi dengan judul, diksi, pilihan kata, struktur berita, dan unsur-unsur berita. Peserta didik yang mendapatkan nilai 75 ke atas dikatagorikan tuntas dalam belajar. Siswa yang sudah tuntas dalam siklus kedua ini sebanyak 24 orang atau 86%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas  sebanyak 4 orang atau 14%.

B. Pembahasan

Data awal sebelum tindakan menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuripan masih rendah. Nilai  rata-rata siswa dari semua aspek  yang dinilai pada tes awal sebelum diberi tindakan adalah 69.8 dengan persentase  ketuntasan  32%. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siwa dalam menulis teks berita adalah  dengan  menggunakan teknik atau metode yang tepat dan sesuai. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP) untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa, yakni dalam menulis teks berita.

Setelah  teknik peta pikiran (MIND MAP) diterapkan pada siklus I siswa tampak lebih semangat dan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan dengan kondisi awal sebelum diberi tindakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai  rata-rata siswa dari  semua aspek  yang  dinilai pada siklus pertama adalah 76.2 dengan persentase  ketuntasan  61%.

Hasil analisis dan evaluasi pada ketuntasan belajar siswa pada siklus I belum mencapai ketuntasan seperti yang tercantum dalam kurikulum yaitu 85%. Ketidak tercapainya ketuntasan pada siklus ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu, kurangnya minat siswa dalam berkreativitas,  dan kemampuan guru yang kurang optimal dalam mengelola kelas karena kurangnya pengalaman mengajar.

Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua siklus. Siklus kedua dilaksanakan  untuk meningkatkan dan mengoptimalkan   kemampuan siswa dalam menulis teks berita dengan memperhatikan kelemahan dan kekurangan pada siklus pertama. siswa yang belum tuntas pada siklus pertama diberi motivasi dan pengarahan agar pada pembelajaran selanjutnya ditingkatkan.

   Dalam siklus kedua,  pembelajaran dilaksanakan sebagaimana pada siklus pertama   dengan menyiapkan rencana program  pembelajaran  ( RPP),  menyiapkan  alat evaluasi  dan  menyiapkan format  observasi. Adapun aspek yang dinilai pada siklus II sama dengan  aspek  yang dinilai pada penelitian  siklus  I. Pada siklus I cara kerja  siswa dalam  menulis teks berita  ialah pembelajaran direncanakan dengan lebih dahulu memberikan model teks  berita secara utuh sebagai gambaran yang jelas bagi siswa akan target/tujuan belajar mereka dalam kompetensi dasar yang telah ditentukan. Pada tahap modeling, guru melakukan observasi tentang penguasaan kosa kata yang diperlukan untuk materi ini. Menurut prakiraan, siswa masih perlu dilatih dan diberi kesempatan untuk menambah kosa kata yang diperlukan tersebut secara tepat. Teknik mind map akan digunakan untuk kegiatan ini. ( pertemuan 1)

 

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan  hasil penelitian  dan  pembahasan  pada  bab  sebelumnya  dapat disimpulkan bahwa :

1. Penggunaan teknik peta pikiran (MIND MAP) dapat meningkatkan kemampuan siswa teks menulis teks berita kelas VIII A SMP Negeri 2 Kuripan. Hal ini terbukti pada hasil menulis teks berita setelah tindakan. Pada tahap prasiklus atau sebelum diberi tindakan nilai rata-rata siswa hanya 69.8, sedangkan pada tindakan  siklus  I  nilai  rata-rata  siswa meningkat menjadi 76,2  artinya  mengalami peningkatkan sebesar 29%. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat lebih baik lagi yaitu menjadi 78,8, dengan kata lain mengalami peningkatan sebesar 25%.

2. Hasil penelitian menulis teks berita, juga menunjukkan adanya perubahan yang signifikan kearah yang lebih positif, siswa lebih tertarik dan lebih antusias dalam pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP). Hal ini terlihat dari masing-masing siswa aktif menulis teks berita.

Dengan melihat angka peningkatan dan respon siswa tersebut, berarti penggunaan teknik  peta pikiran (MIND MAP) dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Kuripan dalam menulis teks berita.

B. Saran-saran

Berdasarkan  pembahasan  hasil  penelitian  dan  simpulan  tersebut,  saran-saran  yang dapat dikemukakan melalui hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Hendaknya guru selalu berusaha mencari metode atau teknik sehingga dapat memperbaiki mutu proses pembelajaran;

2. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia khususnya dalam kompetensi  menulis teks berira, hendaknya guru menggunakan teknik peta pikiran (MIND MAP);

3. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia maupun dalam pembelajaran yang lain hendaknya guru pandai mencari, memperbaiki dan mencoba metode maupun pendekatan baru agar kemampuan siswa bisa ditingkatkan dan siswa tidak merasa jenuh dalam belajar;

 

DAFTAR PUSTAKA

(http://mybluegreen.net/serbaneka/potret-dunia-pendidikan-indonesia).

Buzan, Tony.(2007). Buku Pintar Mind Map.Jakarta: Penerbit  PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hamid, Fuad Abdul.( 1987). Proses Belajar Mengajar Bahasa. Jakarta: Depdikbud.

Guntur Tarigan, Henry. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

 Sudarman, Paryati. 2008. Menulis di Media Massa. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rusyana, Yus. (1988). Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung:    Diponegoro.

 Tarigan, Hendri Guntur.( 1989). Metodologi Pengajaran Bahasa: Suatu Penelitian Kepustakaan. Jakarta: P2LPTK Depdikbud.

 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

                Jakarta : Balai Pustaka

 Tarigan, Hendri Guntur, 1994. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:  Angkasa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar