Mencetak Kepemimpinan Murid Peduli Lingkungan
1. Latar Belakang
Dalam rangka mencetak kepemimpinan murid peduli lingkungan sesuai dengan visi dan misi pada SMP Negei 2 Kuripan adalah terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, nyaman, dan ramah lingkungan.
Sekolah yang bersih, hijau, nyaman, dan ramah lingkungan akan mendukung bagi peserta didik untuk dapat menyerap semua pengetahuan yang di ajarkan.
Sebuah gerakan untuk mendorong lahirnya kepemimpinan murid peduli lingkungan di kalangan generasi dimulai sejak dini. Kepemimpinan murid peduli lingkungan berangkat dari sebuah pemikiran bahwa masalah sumber daya alam dan lingkungan hidup sangat kompleks dan memerlukan perhatian semua elemen bangsa, termasuk generasi muda. Indonesia membutuhkan generasi penerus sebagai pengelola lingkungan hidup ke depan, yang dibekali pendidikan, pengetahuan dan leadership. Mereka adalah awal dari potensi untuk membangun dan menjaga lingkungan hidup, sebagai generasi muda yang mencintai buni pertiwi Indonesia.
Dalam implementasi untuk mencetak kepemimpinan murid peduli lingkungan perlu kerja sama dari semua elemen"stake holder" yang ada mulai dari kepala sekolah, Guru, Rekan sejawat, Siswa, Komite Sekolah, dan semua warga sekolah.
Aksi nyata dari program mencetak kepemimpinan murid peduli lingkungan ini dimulai dengan menggerakkan OSIS (Organisasi Siswa Intrasekolah) sebagai pioner program tersebut.
Anggota OSIS yang terdiri dari murid yang ada di sekolah ini yang memiliki motto “BERSINAR” (Bersih, Rapi, Sejuk, Indah, Asri, dan Nyaman) ini membuat gerakan peduli sampah 10 menit. Gerakan ini didasari karena luasnya halaman sekolah. Gerakan ini dimotori oleh Ketua OSIS bersama penggurus OSIS.
OSIS sebagai pioner gerakkan ini membentuk Kelompok Kerja (POKJA) . Pokja ini akan bertangungjawab terhadap areal halaman masing-masing Pokja.
Untuk areal Pokja Apotel hidup murid melaksanakan tugas rutin untuk merawat apotek hidup tanpa harus selalu diberitahu sesuai dengan jadwal yang telah dibuat dan disepakati bersama. Pembagian pokja pun di bagi secara adil dan merata. Murid datang ke sekolah lebih pagi. Menyiram tanaman secara bergiliran dan dibagi secara adil bagian-bagian yang harus dirawat.
Pembuatan apotek hidup bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan serta dampak pemanfaatan taman apotek hidup sebagai upaya mengoptimalkan karakter tanggung jawab siswa di lingkungan sekolah ini. Pendidikan karakter tanggung jawab dapat dimaknai sebagai pendidikan yang bertujuan mengembangkan karakter tanggung jawab peserta didik seperti peduli terhadap lingkungan. Kondisi sekolah yang kurang kesadaran terhadap pelestarian lingkungan, termasuk dikalangan murid. Salah satu upaya untuk membentuk perilaku peduli lingkungan dikalangan murid yaitu dengan pemanfaatan apotek hidup.
Kepemimpinan yang menunjukkan sikap keteladanan mulai dari tenaga kependidikan dan semua warga sekolah dalam tindakan mencintai lingkungan, maka karakter siswa akan terbangun dan sikap tindakan cinta lingkungan hidup di lakukan dengan penuh kesadaran.
2. Mengapa Melakukan Aks Nyata
Aksi program mencetak kepemimpinan peduli dilakukan dengan sebuah harapan untuk mewujudkan karakter siswa yang berwawasan dan peduli lingkungan sehingga bisa menciptakan karakter positif siswa yang peduli akan sampah, peduli lingkungan, cinta lingkungan, dalam rangka menuju sekolah yang bebas sampah dan sekolah yang bersih indah dan nyaman serta tersedianya obat-obatan tradisional yang berasal dari apotek hidup untuk keperluan sehari-hari.
3. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan
Dari program yang di rancang ini untuk mengembangkan karakter positif di lingkungan SMP Negeri 2 Kuripan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju sekolah yang berkualitas dan terbebas dari sampah dan menuju sekolah sehat dengan tersedianya obat-obatan tradisional
Jika kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter peduli lingkungan, cinta lingkungan, dan semangat berprestasi menciptakan kebersihan kelas dan sekolah akan terbentuk pada diri siswa Membangun nilai kedisiplinan pada siswa Menignkatkan jiwa wirausaha pada siswa untuk meningkatkan dari hasil daur ulang sampah serta tersedinya obatan-obatan.
3. Perasaan Saat Merencanakan, Melaksanakan
Perasaan ketika merencanakan program ini, ada rasa optimis program ini bisa berjalan. Hal itu terlihat dari kolaborasi komunitas yang ada disekolah ini . Begitupun pada saat melaksankan aksi nyata program ini, saya merasa senang dan optimis bahwa program ini dapat berjalan berkesinambungan dan bermanfaat dalam mencetak kepemimpinan murid peduli lingkungan.
4. Pembelajaran yang di dapat dari pelaksanaan Aksi Nyata
Pembelajaran yang dapatkan dari aksi nyata ini adalah terwujudnya kepemimpinan murid peduli lingkungan, terwujudnya karakter siswa yang berwawasan lingkungan, terwujudnya sekolah yang bersih, indah dan Nyama "beriman", Meningkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan luar sekolah dan tersedianya obat-obatan untuk keperluan sehari-hari
6. Rencana Perbaikan ke Depan
Sejatinya tidak ada yang sempurna, begitupula dengan program ini Untuk kesempurnaan program ini perlu adanya rencana perbaikan dimasa depan dengan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepemimpinan murid peduli lingkungan yang dilakukan oleh sekolah maupun luar sekolah, kemudian menciptakan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan pendidikan lingkungan hidup dalam hal pengelolaan limbah sampah, membangun kegiatan kemitraan dengan "pemerintah, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat" dalam upaya daur ulang sampah, serta berkolaborasi dengan tenaga profesional dalam menggelola apotek hidup.
7. Refleksi dan Evaluasi
Agar program ini berjalan sesuai harapan , maka perlu mensosialisasikan kembali akan program kegiatan ini terhadap orang tua dan warga sekolah. Evaluasi dilakukan oleh kepala sekolah, dewan guru yang bertujuan agar kegiatan yang telah dilakukan telah memenuhi pencapaian atau kah belum sehingga nantinya akan berdampak pada hasil kegiatan selanjutnya yang lebih baik atau untuk memperbaiki dan mengembangkan program kepemiminan murid peduli lingkungan.
8. Strategi Menyusun Program Mengunakan tahapan BAGJA dan MERL
Dalam menyusun sebuah program agar tujuan dari program ini tercapai, maka perlu digunakan alat ukur yang tepat. Alat ukur yang saya pakai ini yakni tahapan BAGJA dan MERL sehingga tujuan program yang berorientasi pada peningkatan kompetensi murid adalah untuk menumbuhkan karakter dan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan sehingga terbentuk karakter kepemimpinan murid yang mandiri
1. Tahapan BAGJA
Buat Pertanyaan Umum
Tahapan Bagja
| Panduan Tahapan
| Hasil Tahapan |
B-uat Pertanyaan
| Buatlah pertanyaan untuk mengarahkan kita kepada penelusuran hal-hal yang akan kita lakukan
| Bagaimana cara meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan ?
|
Ambil Pelajaran
Tahapan Bagja
| Panduan Tahapan
| Hasil Tahapan |
A-mbil Pelajaran
| Ceritakan dan tuliskan pengalaman kegiatan baik, prestasi yang pernah terjadi yang berhubungan dengan topik bahasan (kepemimpinan siswa (murid) di sekolah)
| Kegiatan peduli lingkungan yang dilakukan di sekolah selama masa pandemi adalah kegiatan apotek hidup, penanaman pohon pepaya, dan pohon nagka. Pokja apotek, pokja taman, pohon pepaya dan nagka, dan pokja bank sampah dll. ➢ Saat ini kegiatan melatih kepedulian terhadap lingkungan lebih banyak dilakukan di rumah dengan dampingan orang tua. ➢ Siswa lebih kreatif mencari sumber belajar untuk menemukan ide-ide untuk memelihara apotek hidup ➢ Bekerjasama dengan salah satu komunitas peduli lingkungan yang ada di sekitar sekolah) dan Bank Sampah ➢ Mendapat penghargaan Adiwiyata
|
Gali Mimpi
Tahapan Bagja
| Panduan Tahapan
| Hasil Tahapan |
G-ali Mimpi
| Buat gambaran rinci kondisi ideal atau mimpi kita terkait topik bahasan: − Kapankah Program eduli lingkungan sejak dini mulai dijalankan? − Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan siswa sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan? − Bagaimana guru menjadi contoh dalam kepedulian terhadap lingkungan? − Bagaimana orang tua dapat mendukung program peduli lingkungan sejak dini? − Apa bentuk apresiasi yang diberikan kepada anak yang telah peduli terhadap lingkungan?
| Siswa mulai melaksanakan program peduli lingkungan yaitu ketika program mulai dicanangkan ditahun ajaran baru. ❖ Kegitan yang dilakukan diantaranya pemilahan sampah, pembutan kompos, apotek, hidup, penanaman pohon, dll ❖ Guru menjadi contoh dalam pembentukan kepedulian terhadap lingkungan, misalnya mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan, penggunaan tas ramah lingkungan, ❖ Orang tua melakukan hal serupa dengan program yang dilakukan di sekolah misalnya menyediakan tempat sampah terpisah sesuai jenisnya di rumah, sehingga baik di sekolah ataupun di rumah siswa terbiasa dengan kegiatan memilah sampah. ❖ Siswa yang sudah melakukan kegiatan peduli lingkungan dan sudah membudaya diberikan enghargaan oleh guru dalam bentuk pujian ataupun pemberian reward lainnya.
|
Jabarkan Rencana
Tahapan Bagja
| Panduan Tahapan
| Hasil Tahapan |
J-abarkan Rencana
| Membuat cara/strategi mencapai mimpi mimpi yang sudah kita tuliskan: - Rencana/strategi apa yang perlu ilakukan (siapa melakukan apa)? - Bagaimana memonitor dan mengevaluasi rencana tersebut (bisa melihat format kerangka Monev)
| Menyampaikan ide untuk mengadakan program peduli lingkungan sejak dini kepada Kepala Sekolah ❑ Penyusunan Kepanitiaan Program dan Pembagian Tugas ❑ Menyusun jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan ❑ Sosialisasi program kepada siswa dan orang tua ❑ Mendokumentasikan kegiatan di masing-masing kelas. ❑ Mengapresiasi siswa peduli lingkungan masing-masing kelas, dan menyampaikan penguman tersebut di peguyuban setiap bulannya. ❑ Monitoring dan evaluasi kegiatan.kegiatan peduli lingkungan dan sudah membudaya diberikan enghargaan oleh guru dalam bentuk pujian ataupun pemberian reward lainnya.
|
Atur Eksekusi
Tahapan Bagja
| Panduan Tahapan
| Hasil Tahapan |
A-tur Eksekusi
| Menentukan tim inti program: - Siapa oordinator/penanggung jawab pelaksanaan program - Siapa yang bertugas memonitor dan mengevaluasi jalannya program - Siapa yang bertugas membuat laporan program - Bagaimana cara komunikasi/koordinasi yang dilakukan tim (melalui pertemuan (diskusi), rapat mingguan/bulanan dll) untuk memberi kabar satu sama lain tentang jalannya program
| Penanggung Jawab kegiatan: Kepala sekolah - Pengarah : Dewan guru - Koordinator Acara: Ketua tim pengembang Pokja - Penanggung Jawab Acara: Guru - Laporan dibuat oleh masing-masing wali kelas. - Koordinasi dilakukan setiap rapat rutin guru - Evaluasi dapat dilakukan melalui rapat koordinasi dengan kepala sekolah dan guru.
|
1. Rencana Monitoring, Evaluasi, Pembelajaran, dan Pelaporan (Monitoring, valuation, Learning, and Reporting)
A. Pertanyaan Kunci
Pertanyaan Kunci |
|
Evaluasi Program (Diisi dengan pertanyaan utama yang menjadi tujuan evaluasi) |
1. Sejauh apa program yang telah berjalan sesuai dengan tujuan utama program? Murid sudah mulai melakukan program kepemimpinan siswa peduli lingkungan dengan menggerakkan teman-temannya dilingkungan sekolah 2. Seberapa banyak hambatan yang ditemui selama pelaksanaan program ini? Mengapa terjadi demikian? Ada beberapa hambatan yang ditemui program ini terkait program ini yaitu masih ada beberapa siswa yang belum secara konsisten peduli terhadap lingkungan . Hal ini karena rekan sebayanya belum bisa mengarahkan dan membimbing teman sebayanya. Peran guru dalam hal ini sangat memilik peran strategis dalam membina dan mengarahkan agar program ini berjalan sesuai harapan. |
B. Fokus Monitoring
Fokus Monitoring |
Pertimbangan Pemilihan | Pertanyaan Utama Monitoring |
Diisi dengan pilihan aktivitas- | Diisi dengan alasan | Diisi dengan pertanyaan |
aktivitas atau tujuan antara | pemilihan aktivitas atau | untuk menggali fokus |
program (outcomes) yang akan | tujuan antara (outcomes) | monitoring yang |
dipantau/dimonitor sepanjang | program | berpengaruh pada |
pelaksanaan program, hal ini |
| tujuan program |
yang akan digunakan sebagai |
|
|
data untuk evaluasi program |
|
|
|
|
|
bagaimana kegiatan renungan doa yang dipimpin oleh kakak kelas berjalan? | Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik: Pengurus OSIS mengarahkan teman sebayanya , anggota yang lain mengikutinya | Bagaimana sikap pengurus OSIS mengarahkan teman sebayanya dan anggota yang lain agar mengikuti arahannya? |
C. Metode Penggalian Data
Pertanyaan Monitoring | Sumber Informasi | Metode | Kapan/ Bagaimana |
Diisi dengan pertanyaan Utama Monitoring | Diisi dengan pihak/aktor yang berkaitan dengan pertanyaan monitoring | Diisi dengan metode untuk penggalian data kepada sumber informasi Contoh: kajian evaluasi, observasi, wawancara, kuesioner/survey | Diisi dengan waktu penggalian informasi |
Apakah kakak kelas sebagai pemimpin doa dapat menjalankan perannya? | Guru, murid | Survai mengunkan google form dan wawancara | Dalam proses berjalan |
Bagaimana respons adik kelas saat dipandu doa oleh kakak tingkatnya? |
|
|
|
D. Strategi Pengolahan Data
Pertanyaan Monitoring | Data yang terkumpul |
Kesimpulan | Catatan Khusus, Pengecualian,dll |
Diisi dengan pertanyaan monitoring dan pertanyaan tambahan tentang tim pengelola program | Diisi dengan data dan informasi yang menjawab pertanyaan monitoring tersebut, dari berbagai metode | Diisi kesimpulan yang dapat ditarik untuk menjawab pertanyaan monitoring dari data dan informasi yang ada pada kolom kedua | Bila ada catatan khusus yang memberikan nuansa atas kesimpulan yang ditarik, catat di kolom ini |
|
|
Kegiatan kepemimpinan murid peduli lingkungan berjalan lancar |
|
bagaimana pembagian peran dalam tim? Apakah semua orang dalam tim melaksanakan perannya dengan baik? | Pengurus OSIS berkumpul Bersama teman sebayanya , dan anggotanya dalam satau tim melaksanakan perannya masing- masing dengan baik |
|
Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Program |
Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Program |
Pembelajaran |
Diisi dengan hal-hal yang mendukung keberhasilan program | Diisi dengan hal-hal yang menghambat pencapaian program | Diisi dengan hasil refleksi dan temuan-temuan signifikan selama pelaksanaan program |
|
|
|
Koordinasi tim yang baik | Beberapa murid datang terlambat sehingga mengganggu proses kebersihan lingkungan dan pemeliharaan apotek hidup | Refleksi: untuk murid yang datang terlambat diberikan pembinaan dan pengarahan agar program ini bisa berjalan dengan baik |
E. Pelaporan Program
LAPORAN PELAKSANAAN PROGRAM |
Gambaran Umum Program: Program kepemimpinan siswa peduli lingkungan sebagai bentuk partisipasi murid di lingkungan sekolah dalam menjaga kelestarian, dan kenyamanan. Disamping itu, pengurus OSIS dan anggota membentuk kelompok kerja (Pokja) agar pemeliharaan program penanaman apotek hidup berjalan sesuai dengan rancangan program yang sudah ada. |
Deskripsi Pelaksanaan Program: - Waktu Pelaksanaan : 20 menin sebelum proses belajar mengajar dimulai - Strategi Pelaksanaan Program : Program kepemimpinan murid peduli liengkungan ini dipimpin oleh Ketua OSIS, dan anggota, Wali kelas sebagai pembina dan penanggungjawab memberikan tugas sesuai Kelompok Kerja (Pokja). Pokja Apotek hidup, Pokja kebersihan lingkungan dalan lain sebagainya - Faktor Pendukung dan Penghambat Program ;Dukungan dari pemangku kepentingan , lingkungan apotek hidup, sedangkan faktor penghambat displin murid dan kurangnya kepedulian murid - Hasil Pelaksanaan Program murid memilik budaya peduli lingkungan . Tanpa diperintah murid dapat melaknasakan secara mandiri dan sadar akan pentingnya peduli lingkungan |
Evaluasi Program: Evaluasi progra ini dilakukan setelah program ini berajalan 1 bulan . Evaluasi melibat pemangku kepentingan di sekolah. |
Pembelajaran Program: Fakta (Fact) yang paling menarik adalah murid mampu secara mandiri melakukan kepedulian tehadap lingkungannya Perasaan (Feeling) murid merasa semangat dan semakin peduli terhadap tanggungjawab menjaga dan melestarikan lingkungan , tanpa harus ada tekanan dan pakasanaan dari siapapun. Temuan (Fending) mengapa masih ada murid yang kurang peduli terhadap lingkungan dan tanggungjawab menjaga dan melestariakan lingkungan . Hal ini dapat mempengaruhi pada keberhasilan progam yang dilakukan. Peluang yang kemungkinan terlewat adalah keterlibatan orang tua sebagai penagwas kepedulian lingkunagn dirumahnya masing-masing. Masa depan (Fature) Jika semua murid semangat dan memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi sebagai budaya peduli lingkungan , maka semua program yang sudah terusun dengan baik dapat berjalan sesuai harapan |
4.Pelibatan orang tua dan komunitas memiliki keterlibatan secara tidak langsung dalam kegiatan prgoram kepemimpinan murid peduli lingkungan , menggigat pedidikan dalam keluarga sebagai pondasi awal peduli lingkungan . Orang tua bisa memberikan motivasi dan pengawasan secara tidak langsung.
5.Durasi program yang berkisar selama 1 bulan. Durasi program ini berkisar selama 1 bulan tentunya masih kurang cukup untuk melaksanakan program ini . Program yang sudah dilaksanakan harus diikutidengan tidak lanjut agar bermanfaat sepanjang waktu.
mantap mas bro. rencana kegiatan terinci dengan baik
BalasHapus