Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan


     Di penghujung tahun 2021 ini tepatnya pada tanggal 25 November 2021 seluruh guru di persada nusantara bersama-sama merayakan Hari Guru dan HUT PGRI yang ke-76. Usia yang tidak lagi muda atau remaja tetapi sudah cukup renta dari segi usia, bukan dalam renta dalam segi ilmu, inilah yang harus dipacu oleh semua insan pendidik yang salalu dan senantiasa mecetak generasi penerus yang berkualitas.

   Tidak mengurangi semangat para guru meskipun dalam kondisi Coviq-19 . Tema hari guru yakni "Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan. Tema ini relevan dengan kondisi saat ini ,dimana pendidikan juga terkena imbas dari Covid-19. Ditengah-tengah kondisi seperti ini guru sebagai pijar-pijar harus tetap bergerak dan terus bergerak membangkitkan kondisi pendidikan dengan hati.

   Menurut KBBI edisi ke -V bergerak berarti melakukan suatu usaha, berusaha giat, dan mengadakan aksi. Guru sebagai lokomotif Pendidika harus terus melakukan usaha dan mengadakan aksi untuk memilihkan pendidikan dengan hati. 

   Sedangkan diksi hati menurut KBBI berarti sesuatu yang ada dalam tubuh manusia yang dianggap sebagai tempat segala perasaan batin. Memang tidak mudah menjadi guru terlebih dalam kondisi seperti ini. 

  Menjadi guru memiliki persyaratan khusus yakni guru harus memiliki kasih sayang, lemah lembut, dan mampu menghadirkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif pengetahuan.

   Menurut Imam Ghazali menyebutkan ada beberapa syarat untuk menjadi guru yang ideal antara lain yaitu memiliki kasih sayang dan lemah lembut, tidak mengharap upah yang terlalu berlebihan, tidak mengharapkan pujian, ucapan terima kasih atas balas jasa, harus bersikap jujur dan dipercaya oleh murid-muridnya, mampu membimbing dengan penuh perhatian dan kasih sayang, tidak dengan kemarahan, memiliki budi luhur dan punya toleransi, tidak merendahkan ilmu lain di luar spesialisasinya, memperhatikan perbedaan individu.

  Albert Enstain ilmuwan dunia yang sangat populer dan merupakan GURU BESAR ahli Fisika yang terkenal dengan Teori Relativitas dan Teori Mekanika Quantum, pernah berkata, "Seni tertinggi seorang guru adalah untuk membangkitkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan". Mengajar merupakan seni yang bisa membangkitkan kegembiraan, menciptakan susana tenang dan senang. Bukan sebaliknya hanya menciptakan suasana tegang dan penuh tekanan.    Mendidik adalah pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan tentu diharapkan bisa mengembangkan pengetahuan dan karakter peserta didik.

   Dalam pidatonya Mendikbudristek RI Nadiem Makarim memaparakan bahwa Selama hampir dua tahun terakhir, Ibu Bapak guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah. 

   Dengan hal ini, kami berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan. Kami melaksanakan relaksasi dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membayar honor guru non PNS, guru-guru honorer. Kami memberikan Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non PNS. Kami memberikan opsi bagi guru untuk menerapkan kurikulum darurat, yang lebih ramping, lebih sederhana. Kami membagikan modul pembelajaran di masa khusus untuk membantu pembelajaran di daerah yang sulit akses internet. Dan kami mengembangkan platform Guru Belajar dan Berbagi sehingga para guru dapat saling belajar dari rekan sejawatnya dalam mengembangkan pembelajaran. Selain itu, kami juga berupaya meningkatkan kesejahteraan guru dengan menyelenggarakan seleksi guru ASN-PPPK dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik, yang berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, berasal dari THK2 dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun. Dan sekarang, berkat ketangguhan Ibu dan Bapak kita berhasil melawati masa yang penuh tantangan. 

    Saat ini kita mulai melaksanakan PTM terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat demi keselamatan semua warga sekolah. Dan sekali lagi, peran Ibu dan Bapak guru sangatlah besar dalam menyukseskan PTM terbatas. Oleh karena itu, kami telah memprioritaskan vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan. Saya berharap Ibu dan Bapak dapat mendukung upaya percepatan vaksinasi ini sehingga anak-anak kita dapat segera kembali ke sekolah untuk belajar dengan aman, nyaman, dan jauh lebih optimal.        Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi Ibu dan Bapak dalam mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter. Dan sekali lagi, kami terus berupaya mendengarkan masukan dari Ibu dan Bapak serta memprioritaskan peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru demi kemajuan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, pada Hari Guru Sedunia ini, mari kita semua menyatukan semangat dan bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar. 

 Selamat Hari Guru 25 November 2021

Komentar