CGP Pamerkan Hasil Belajar
CGP Pamerkan Hasil Belajar
Lombok Barat- Sebanyak 71 calon guru penggerak Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) angkatan 2 memasuki tahapan lokakarya 7.
Lokakarya ini juga diisi dengan kelas belajar, kelas berbagi dan Festival Panen Hasil Belajar. Pada Festival ini, calon guru penggerak menampilkan berbagi hasil aksi nyatanya selama mengikuti program PGP selama 7 bulan.
Dari produk yang ditampilkan pada Festival ini, bisa terlihat dampak dan perubahan positif yang sudah terjadi pada individu calon guru penggerak maupun kelas atau sekolah tempat mereka bertugas. Seperti yang dilakukan guru SMAN 1 Kuripan Makrifudin yang mengusung topik sampah jadi berkah "Penumbuhan kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui gerakan pemanfaatan barang bekas" Produk yang ia tampilkan pada panen hasil belajar yakni sofa yang bahannya dari botol aqua.
"Ini memanfaatkan hasil daur ulang barang. Program ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan," ucap.
Dia berharap aksi nyatanya ini tujuannya untuk menumbuhkan rasa kepedulian siswa dan meningkatkankan kreativitas siswa. Tugas ini terdapat dimodul 3 penggelolaan program yang berdampak pak murid. Tujuan program ini untuk manghasilkan produk dari barang bekas. Selain kecerdasan, dibutuhkan juga keterampilan hidup sebagai modal murid sejak dini untuk masa depannya merupakan salah satu profil pelajar pancasila yaitu mandiri dimana peserta didik bisa berwira usaha sejak kecil dimana hasilnya bisa untk keperluan sekolah. kreatif, peserta didik mempunyai jiwa seni yang tinggi dari program yang berdampak pada murid dapat dilihat dari produk yang dihasilkan layak jual.
Hal itu juga sesuai dengan program guru penggerak yang mana dituntut berfokus dan berpusat pada murid. "Sofa hasil daur ulang dari sampah itu hasil karya siswa,"katanya.
Sementara itu, pengajar praktik Irfan Wibisono yang mendampingi calon guru penggerak Lobar 1 kelompok 1 D yang terdiri dari Sahman, Rahmawati, Makrifudin, Lalu Darwati, dan Henik Natalina menampilkan produksi vidio pembelajaran. Salah satu pengunjung stand mencoba andrinalin memperagakan simulasi mengajar. "Vidio pembelajaran ini sangat bermanfaat ditengah pandemi ini," kata Kepala SMPN 2 Lembar Masban usai mencoba simulasi mengajar. Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas calon guru penggerak dari hasil panen karya ia dengan bangga mengaploud di kanal facebook Masban masban. Hal yang sama juga dilakukan , Kepala SDN 1 Batulayar Fauziah mencoba simulasi mengajar distand produksi vidio pembelajaran. Masih banyak produk yang dipamerkan pada panen hasil belajar ini antara lain buku yang karya calon guru penggerak yang berjudul jejak guru penggerak dari bumi patut patuh patju. Buku ini mengam
barkan perjalanan guru penggerak mengikuti program ini. Buku lain yang disajikan dengan judul pendidikan guru penggerak dalam aksi nyata.
Buku ini berisi tentang berbagai tulisan aksi nyata yang terdapat dalam buku tersebut. Didalam buku itu juga terdapat tulisan hasil penelitian salah satu Kepala SDN 1 Gerung Utara , Sabariah yang berjudul pengaruh calon guru penggerak terhadap teman sejawat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
"Buku ini sebagai aksi nyata kami. Kami memberikan apresiasi kepada Kemendikbudristek yang telah menginisiasi program ini sebagai wadah kami untuk pengembangan diri dan peningkatan kompetensi, "ungkap CGP Sahman.
Ada juga majalah merdeka belajar yang berisi berbagai informasi seputar kegiatan program pendidikan guru penggerak. Pada lokakarya 7 ini, pemangku kepentingan yang hadir yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat , pengawas sekolah, kepala sekolah, guru lain yang belum terlibat pada program guru penggerak serta komunitas praktisi. Lokakarya di Lombok Barat ini diadakan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) PKn dan IPS.
Penanggung jawab kegiatan dari PPPPTK PKn dan IPS Kemendikbudristek, Mujiono mengatakan pameran produk pada panen hasil belajar ini merupakan ajang untuk mengapresiasi calon guru penggerak.
"Calon guru penggerak sudah belajar selama 7 bulan. Pameran ini untuk memamerkan produk hasil belajar selama 7 bulan tersebut. Apa saja yang mereka lakukan di kelas ditampilkan di sini untuk mendapatkan apresiasi dari kepala sekolah, pengawas," seraya mengatakan program guru penggerak didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatatn andragogi dan blended learning selama 9 bulan. Guru penggerak dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Seperti diketahui, guru penggerak bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru. Terutama guru yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik dan menggerakan komunitas belajar.
Sementara itu , Dr. H. Subandi, M.M. Kepala PPPPTK PKn dan IPS memberikan apresiasi kegiatan festival hasil belajar. Kehadiran ke Lombok ini karena program guru penggerak di NTB ini mendapat perhatian Mendikbudristek Republik Indonesia Nadiem Makarim pada saat berkunjung ke provinsi NTB. Dikatakan Subandi, pihak nya ditanya oleh Mas Menteri, pejabat atau bupati, dan gubernur mana yang merespon baik terhadap program ini.
"Kami sudah mendata provinsi, kabupaten/kota mana yang peduli dengan program pendidikan guru penggerak,"katanya.
Kepedulian para pemangku kepentingan didaerah menjadi catatan pihak Kemendikbudristek. Dalam membangun ekosistem pendidikan , perlu sinergitas dan kolaborasi. Jika pendidikan kita mau maju kata kuncinya kolaborasi . Negara-negara maju sudah lama membangun kolaborasi.
"Tahun 2022 calon kepala sekolah, dan pengawas sekolah diambil dari progran calon guru penggerak,"katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan H. Nasrun memberikan apresiasi kepada calon guru penggerak yang telah memberikan yang terbaik dalam festival hasil belajar ini. Karya dan inovasi ini harus menjadi budaya positif yang harus dimbaskan ke teman sejawat lainnya.
Di era digitalisasi ini, Guru Penggerak menjadi solusi utama dalam membangun isu perubahan
BalasHapus