Literasi Digital Melalui Platform Google
Catatan Pelatihan Portofolio Digital (Bag 1)
Literasi Digital Melalui Platform Google
====================================
"Dunia berubah begitu cepat, kita harus mempersiapkan dan memberikan skill atau kompetensi para guru di sistem pendidikan kita untuk mempersiapkan anak-anak kita menghadapi perubahan yang begitu cepat," ungkap Mas Menteri Nadiem Makarim Mendikbudristek di acara Kick Andy yang disiarkan langsung Metro TV.
Pernyataan Mas Menteri tersebut terwujud melalui Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP).
Program pendidikan guru penggerak angkatan 2 , tengah mempelajari literasi Digital melalui Platform Google yang dipusatkan di Kota Pahlawan, Surabaya mulai tanggal 6-10 Desember 2021.
Di hari pertama, kegiatan ini di isi dengan pre test, kemudian dilanjutkan pada hari kedua yang mengupas berbagai platform google.
Setelah pemaparan materi, CGP diberikan tantangan membuat kalender google dengan mengisi seluruh jadwal yang pernah diikuti selama mengikuti program ini.
Selanjutnya, CGP juga langsung mempraktikan pembuatan google site. Dalam konten ini berisi halaman awal, materi pelajaran , jadwal dan presensi mengunakan google form, dan materi vidio. Tugas tersebut dikirim melalui gonggle clasroom yang langsung di koreksi oleh instruktur dari staf Kemendikbudristek.
Proses pembelajaran dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan sebuah perjalanan panjang. Dalam sembilan bulan, Calon Guru Penggerak (CGP), selama mengikuti program ini didampingi fasilitator, instruktur dan pengajar praktik telah melewati berbagai tahap.
Pada setiap tahapannya terdapat banyak pengalaman dan pelajaran yang dipetik,
baik dari pembelajaran daring, lokakarya maupun pendampingan individu.
Seluruh hasil proses pendidikan guru penggerak tersebut sudah diintegrasikan dalam sebuah sistem pembelajaran (Learning Management System/LMS). Namun demikian, akses untuk membuka LMS terbatas, baik pada pengguna maupun jangka waktunya. Untuk itu, diperlukan sebuah
media yang menjadi sarana pendokumentasian produk-produk terbaik yang dihasilkan
oleh setiap CGP agar dapat diakses dalam jangka waktu yang panjang, bahkan setela hak membuka LMS dihentikan.
Dokumentasi pembelajaran tersebut berupa media portofolio digital, yang dibuat melalui Google Sites. Nantinya, portofolio digital ini juga dapat digunakan untuk mendemonstrasikan kompetensi alumni PPGP kepada para pemangku kepentingan terkait.
Kita ketahui bersama Digital masa kini sudah tidak asing lagi bagi kita semua, terlebih dikalangan guru dan generasi millenial. Karena di masa kini semuanya sudah serba digital dan hampir mencakup semua hal.
Terlebih di masa virus corona 19 ini mengajak semua guru dan generasi millenial semakin paham atau mengerti dalam menggunakan media yang terhubung ke digital dan internet, itu disebabkan oleh beralihnya semua pembelajaran ke serba daring.
Di pembelajaran daring kini banyak media atau platform yang diciptakan agar para generasi yang dalam pendidikan lebih mudah dalam mengakses pembelajaran melalui daring, atau tanpa harus ke sekolah.
Salah satu platform yang sering digunakan dalam pembelajaran daring adalah google site.
Google Site merupakan sebuah tool yang digunakan untuk menciptakan custom website. Mirip dengan wiki, kita dapat mengembangkan situs sendiri dalam membuat website dan isinya. Kemudian dapat memilih kepada siapa saja situs tersebut dibagikan. Kita juga dapat menentukan siapa pemiliknya, siapa yang diizinkan untuk mengedit dan memperbaiki situs, dan siapa yang kita izinkan untuk melihat situs.
Melihat fungsi dan kegunaan dari google site ini P4TK PKn dan IPS Kemendikbudristek menggelar dalam satu rangkaian pelatihan portofolio digital, dengan membuat situs pribadi di Google Sites. Dalam pelatihan membuat situs di Google Sites dengan konten portofolio.
Konten di Portofolio ini terdiri dari profil yang terdiri dari dampak selama mengikuti PPGP, rencana tindak lanjut pengembangan diri, rencana tidak lanjut pengembangan sekolah.
Konten berisi video, gambar, atau tampilan slide yan menggambarkan diri Guru Penggerak (GP) secara ringkas. Dalam profil ini, GP
menyatakan kesiapannya sebagai pemimpin pembelajaran
Selanjutnya artefak aksi nyata yang terdiri dari modul paket 1 perubahan diri, modul paket 2 perubahan kelas dan modul 3 perubahan tingkat sekolah , kemudian kursus dan sertifikasi , selanjutnya publikasi tulisan di media massa , jurnal dan buku, dan umpan balik dari kepala sekolah, guru, murid dan orang tua.
Konten yang perlu dimuat portofolio memiliki fungsi utama untuk menunjukkan kompetensi dan pencapaian seseorang sekaligus perjalanan pengembangan dirinya.
Surabaya, 7 Desember 2021.
Terbaikkkkk.
BalasHapusLuar biasa sudah mengeksplor ilmunya ..literasi sangat penting untuk segalanya
BalasHapusLuar biasa sudah berbagi ilmu dengan para pendidik
BalasHapus